— Produsen teknologi asal China, Honor, mengumumkan identitas visual baru yang mencakup logo, warna merek, dan slogan. Perubahan ini merupakan bagian dari ambisi Honor untuk bertransformasi dari produsen smartphone menjadi perusahaan pengembang ekosistem perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI).

Slogan baru Honor adalah “Dare to Be”, menggantikan “Go Beyond” sebelumnya. Perusahaan juga memperkenalkan simbol grafis baru berbentuk lingkaran yang terputus garis diagonal. Desain ini melambangkan upaya untuk “menembus kesempurnaan”, mengeksplorasi kemungkinan baru, dan keluar dari pola yang biasa. Logo simbol ini akan digunakan bersama tulisan “Honor”.

Selain itu, Honor mengganti warna biru khas mereknya dengan warna baru berkode Pantone 2193C. Warna yang lebih pekat ini dirancang untuk mencerminkan energi dan ekspresi diri. Pembaruan identitas visual ini diumumkan pada 23 Juli 2026, menandai perubahan posisi Honor di industri teknologi agar tidak hanya dikenal sebagai pembuat smartphone, tetapi juga pengembang ekosistem perangkat AI yang saling terhubung.

Didukung Pertumbuhan Bisnis

Perubahan identitas ini sejalan dengan kinerja bisnis Honor pada awal 2026. Perusahaan mengklaim mencatat pertumbuhan global sebesar 25 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Lebih dari separuh pendapatan Honor kini berasal dari pasar di luar China.

Di Timur Tengah, pertumbuhan Honor mencapai 73 persen pada periode yang sama. Berdasarkan laporan Omdia yang dikutip perusahaan, Honor menjadi vendor smartphone terbesar kedua di wilayah tersebut untuk pertama kalinya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi jaringan distribusi, penguatan citra merek, serta peningkatan penjualan smartphone kelas menengah hingga premium.

Honor juga terus memperluas portofolionya di luar smartphone konvensional, mencakup perangkat lipat, tablet, laptop, perangkat wearable, dan produk eksperimental berbasis AI.

Fokus pada Ekosistem AI

Arah baru Honor merupakan kelanjutan dari strategi Honor Alpha Plan yang telah diperkenalkan sebelumnya. Melalui strategi ini, Honor berupaya mengembangkan sistem operasi berbasis agen AI, pemrosesan AI langsung di perangkat, layanan cloud, dan perangkat yang dapat berkomunikasi dalam satu ekosistem.

Honor juga mengadopsi konsep Augmented Human Intelligence (AHI), yang memosisikan AI sebagai teknologi untuk membantu dan memperluas kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Salah satu produk yang menggambarkan arah ini adalah Robot Phone, yang menggabungkan smartphone dengan sistem kamera bergerak serta kemampuan AI untuk mengenali dan mengikuti objek.

Melalui logo dan slogan baru ini, Honor ingin menunjukkan bahwa perusahaan sedang memasuki fase bisnis baru yang tidak hanya bergantung pada penjualan smartphone. Meskipun demikian, perubahan identitas ini pada dasarnya masih berupa pernyataan strategi perusahaan. Dampaknya terhadap produk, layanan, dan pengalaman pengguna kemungkinan baru akan terlihat melalui perangkat-perangkat Honor yang diluncurkan setelah rebranding tersebut.