Jurnal Indonesia — Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina tidak hanya dinantikan dari segi pertandingan, tetapi juga mencatatkan rekor baru dalam harga tiket. Rata-rata harga pembelian tiket mencapai US$ 11.327 atau sekitar Rp 203 juta, menjadikannya acara olahraga termahal dalam sejarah Amerika Serikat.
Pertandingan puncak turnamen akbar ini akan digelar di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari. Tingginya antusiasme publik terhadap laga final ini mendorong harga tiket ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan data dari platform penjualan tiket sekunder TickPick, rata-rata harga tiket final Piala Dunia 2026 mencapai US$ 11.327. Angka ini melampaui rekor sebelumnya dan mengukuhkan final Piala Dunia 2026 sebagai ajang olahraga dengan tiket termahal sepanjang sejarah di Amerika Serikat. Sementara itu, harga tiket termurah yang ditawarkan TickPick masih berada di kisaran US$ 7.402 atau sekitar Rp 133 juta.
Rekor harga tiket rata-rata sebelumnya dipegang oleh Super Bowl LVIII pada tahun 2024 dengan US$ 9.411. Angka ini mengungguli rekor-rekor sebelumnya seperti Super Bowl LV (2021) senilai US$ 7.313, Super Bowl LIV (2020) sebesar US$ 6.546, dan Gim ketiga Final NBA 2026 yang mencapai US$ 6.308.
Wakil Presiden dan Head of Growth TickPick, Matt Ferrel, menjelaskan bahwa tingginya harga tiket merupakan konsekuensi langsung dari besarnya minat publik terhadap final Piala Dunia. “Final Piala Dunia akan mendorong tingkat minat seperti ini, terlepas dari siapa yang berpartisipasi di dalamnya. Ini adalah acara terbesar di dunia, jadi, terlepas dari siapa yang berpartisipasi, saya memperkirakan akan melihat angka-angka di kisaran ini,” ujarnya.
Laga final kali ini juga menawarkan narasi menarik. Argentina berpeluang mempertahankan gelar juara dunia dalam turnamen yang diperkirakan menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di Piala Dunia. Di sisi lain, Spanyol mengincar gelar juara dunia kedua mereka setelah meraihnya pada edisi 2010.
Pertandingan ini juga menampilkan duel lintas generasi antara Messi, ikon sepak bola global, dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang bersinar setelah membawa timnya menjuarai EURO. Antusiasme suporter kedua negara yang terus memenuhi stadion sejak fase gugur, ditambah meningkatnya minat masyarakat Amerika Serikat terhadap sepak bola sebagai tuan rumah, turut mendorong lonjakan permintaan tiket.
Dengan sisa waktu yang semakin singkat menuju pertandingan final, TickPick memperkirakan harga tiket tidak akan mengalami penurunan signifikan. Permintaan yang tetap tinggi dan banyaknya penggemar yang telah membeli tiket jauh sebelum finalis dipastikan menjadi faktor utama. “Tidak kekurangan alasan mengapa Anda mau membeli tiket final Piala Dunia. Anda benar-benar tidak bisa menemukan alasan mengapa Anda tidak ingin menonton pertandingan itu,” kata Ferrel.
TickPick juga menilai harga tiket berpotensi menembus nilai yang lebih tinggi jika Inggris berhasil lolos ke final untuk pertama kalinya sejak 1966 atau jika Amerika Serikat mampu tampil di partai puncak sebagai tuan rumah.
Ikuti Jurnal Indonesia
