— JAKARTA – Pertahanan Chelsea tengah menjadi sorotan tajam setelah tim tersebut gagal mencatatkan clean sheet dalam 20 pertandingan beruntun di Liga Inggris. Catatan buruk ini terhitung sejak akhir musim 2025/26 hingga awal musim 2026/27.

Terakhir kali Chelsea mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan adalah pada Januari 2026, ketika mereka berhasil mengalahkan Brentford dengan skor 2-0. Sejak pertandingan tersebut, gawang Si Biru selalu berhasil dijebol oleh lawan.

Rangkaian 20 laga tanpa kebobolan ini merupakan rekor terburuk Chelsea di era Premier League. Rekor terburuk sepanjang sejarah klub, sebelum era Premier League, terjadi pada tahun 1961 dengan 31 pertandingan tanpa clean sheet.

Lini pertahanan memang menjadi pekerjaan rumah utama bagi Chelsea di awal musim Liga Inggris kali ini. Tim telah kebobolan 9 gol dari empat pertandingan, menjadikannya tim dengan pertahanan terburuk kedua di posisi 10 besar, hanya kalah dari Ipswich yang telah kebobolan 10 gol.

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, mengakui bahwa timnya perlu tampil lebih solid dan terkendali. “Kami harus tampil lebih solid dan lebih terkendali. Kami memiliki pemain dan staf baru. Ini adalah sebuah proses. Saya yakin dalam beberapa bulan ke depan kami akan mampu mengendalikan permainan dengan lebih baik,” ujar Alonso.

Alonso menambahkan bahwa masalah ini bukan semata-mata terkait formasi pertahanan. “Ini bukan masalah pakai empat bek atau tiga bek, tapi lebih ke soal profil, pemilihan, dan kualitas skuad,” jelasnya.

Padahal, Chelsea memiliki sejarah gemilang terkait jumlah clean sheet. Pada musim 2004/05, saat menjuarai liga, Chelsea berhasil mencatatkan 24 clean sheet dengan hanya kebobolan 15 gol. Angka tersebut merupakan catatan clean sheet terbaik sepanjang sejarah Premier League.