— Jakarta — Saham Alphabet, induk Google, mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari Senin waktu AS, menutup sesi sekitar 5% lebih rendah. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terburuk perusahaan dalam lebih dari setahun.

Kepanikan investor dipicu oleh kabar kepergian dua peneliti dan pemimpin proyek kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi ke perusahaan pesaing dalam beberapa hari terakhir, yang menambah kekhawatiran terkait masa depan pengembangan AI di perusahaan.

Latar Belakang Kepergian

Noam Shazeer, Wakil Presiden Teknik yang juga termasuk pimpinan proyek AI Gemini, mengumumkan langkahnya meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan OpenAI. Kepergian Shazeer terjadi kurang dari dua tahun setelah ia kembali ke perusahaan.

Pada Agustus 2024, Shazeer dan rekannya, Daniel De Freitas, kembali ke unit DeepMind AI sebagai bagian dari kemitraan dengan startup Character.AI, yang mereka dirikan setelah meninggalkan perusahaan pada 2021.

Di waktu terpisah, John Jumper, Vice President DeepMind, menyatakan keluar dari perusahaan setelah sembilan tahun menjabat untuk bergabung dengan Anthropic. Jumper dikenal sebagai salah satu pencipta AlphaFold, model AI yang pernah memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein.

Pengumuman Produk dan Kekhawatiran Investor

Kepergian tokoh-tokoh penting itu terjadi hanya beberapa minggu setelah perusahaan meluncurkan produk AI baru, termasuk Gemini 3.5 Flash dan agen AI bernama Gemini Spark, pada konferensi pengembang tahunan I/O.

Sementara itu, CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam sebuah wawancara menyampaikan agar industri tidak terlalu bergantung pada apa yang disebutnya sebagai “raksasa-raksasa AI” dan menyebut pasar AI kini telah menjadi sebuah komoditas. Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Alphabet tercatat mengeluarkan belanja besar untuk AI, termasuk menghimpun dana sebesar USD 141 miliar dalam bentuk utang dan ekuitas sejak Oktober. Perusahaan berupaya menunjukkan bahwa ekosistem AI mereka yang terintegrasi secara vertikal mampu menghasilkan keuntungan.

Namun apabila model AI menjadi lebih murah dan mudah digantikan satu sama lain, investor mungkin mempertanyakan apakah belanja besar tersebut membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan atau justru menekan margin keuntungan.

Dampak Operasional

Di hari yang sama, sejumlah pengguna melaporkan gangguan layanan pada Gmail dan YouTube. Laporan pemadaman layanan itu muncul bersamaan dengan gejolak pasar saham bagi perusahaan.

Penurunan saham ini menjadi sorotan setelah koreksi tajam sebelumnya sekitar 7% pada Mei 2025, menandai periode ketidakpastian yang berkelanjutan bagi perusahaan teknologi besar yang fokus pada pengembangan AI.