Jurnal Indonesia — Spanyol memastikan satu tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia 2-1 pada laga perempat final di SoFi Stadium, Los Angeles, Jumat (10/7/2026) malam WIB. Kemenangan itu dipastikan lewat gol telat Mikel Merino pada menit ke-88.
Namun sorotan pascaperlaga justru tertuju pada penghargaan Man of the Match yang diberikan kepada Lamine Yamal. Penunjukan pemain muda Barcelona tersebut memicu reaksi beragam dari publik di media sosial.
Jalannya Pertandingan
Spanyol memulai pertandingan dengan permainan dominan dan membuka skor pada menit ke-30. Fabián Ruiz menyambar bola rebound dari tembakan Dani Olmo yang sempat ditepis kiper Belgia, sehingga La Roja unggul lebih dulu.
Belgia membalas sebelum turun minum lewat sundulan Charles De Ketelaere yang membawa skor menjadi imbang 1-1. Babak kedua berlangsung ketat hingga pergantian yang dilakukan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mengubah dinamika pertandingan.
Masuk sebagai pemain pengganti, Mikel Merino menjadi penentu ketika memanfaatkan kesalahan kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, pada menit ke-88. Gol itu memastikan kemenangan 2-1 dan membawa Spanyol menghadapi Prancis di semifinal.
Kontroversi Penghargaan Man of the Match
Walau tidak mencetak gol, Lamine Yamal dinobatkan sebagai Man of the Match oleh panitia pertandingan. Pihak penyelenggara menyebut kontribusi Yamal sepanjang laga—termasuk keterlibatannya pada gol pembuka dan ancaman lewat dribel—sebagai alasan pemberian penghargaan.
Keputusan tersebut memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Sejumlah penggemar menyatakan Mikel Merino lebih layak menerima penghargaan karena gol penentu yang membawa tim melaju ke babak empat besar.
Beberapa komentar yang beredar antara lain: “Loh perasaan gak ngapa²in deh, malah cenderung jelek,” dan “Kenpa bukan pencetak gol kmenangan yg dapat ini sih ? Penentuan yg cukup aneh buat MOTM nya.” Ada pula unggahan yang menilai penghargaan itu “penipuan serius,” sementara pendukung Yamal mengingatkan bahwa pemilihan dilakukan berdasarkan voting.
Polemik ini menutup sorotan pascapertandingan, meski fokus utama tetap pada langkah Spanyol yang kini menantang Prancis di semifinal Piala Dunia 2026.
Ikuti Jurnal Indonesia
