— Kegagalan Tim Nasional Inggris di Piala Dunia 2026 telah memicu spekulasi mengenai masa depan pelatih Thomas Tuchel. Bersamaan dengan itu, nama Pep Guardiola mulai santer disebut sebagai calon suksesor potensial.

Inggris dipastikan kembali gagal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Argentina di babak semifinal. Kekalahan ini menandai kegagalan Inggris mencapai partai puncak untuk ketiga kalinya berturut-turut, sekaligus memperpanjang puasa gelar mereka sejak kemenangan terakhir pada Piala Dunia 1966. Akibatnya, performa Thomas Tuchel di bawah sorotan.

Pelatih asal Jerman itu baru menukangi Inggris sejak tahun 2025 dengan kontrak awal berdurasi 18 bulan. Kontraknya kemudian diperpanjang hingga Euro 2028 pada awal tahun ini.

Menurut laporan dari The Athletic, terdapat klausul khusus dalam kontrak Thomas Tuchel. Klausul tersebut memungkinkan aktivasi jika Harry Kane dan rekan-rekannya tersingkir sebelum mencapai perempat final. Namun, dalam Piala Dunia 2026, Inggris berhasil menembus semifinal di bawah kepemimpinan Tuchel. Pelatih asal Jerman itu sendiri menyatakan komitmennya untuk bertahan hingga Euro 2028, sesuai dengan kesepakatan kontrak.

Meskipun demikian, isu mengenai pemecatan Tuchel terus berhembus kencang. Dalam situasi ini, nama Pep Guardiola mulai mencuat ke permukaan. Pelatih asal Spanyol tersebut saat ini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Manchester City.

The Athletic melaporkan bahwa Guardiola pernah menunjukkan ketertarikan untuk melatih Inggris sebelum FA menunjuk Tuchel. Guardiola dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk membesut Tim Tiga Singa, namun akhirnya memilih untuk memperpanjang masa baktinya di Manchester City.

Kini, setelah hengkang dari City, eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut disebut-sebut masih memiliki ketertarikan untuk menangani tim nasional Inggris.

Dengan kondisi ini, Thomas Tuchel diharapkan dapat membawa Inggris meraih gelar juara di Euro 2028. Kebetulan, turnamen tersebut akan diselenggarakan di Britania Raya, meliputi Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia.

Perlu dicatat, kiprah Inggris di ajang Euro juga belum membuahkan hasil maksimal. Mereka tercatat pernah dua kali menjadi runner-up dalam dua edisi terakhir, yaitu pada Euro 2020 dan Euro 2024.