— Depok – Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membawa berkah tersendiri bagi bisnis cuci steam kendaraan bermotor di Depok, Jawa Barat. Sejumlah pemilik kendaraan memiliki alasan khusus mengapa mereka memilih untuk mencuci mobil di tempat steam ketimbang melakukannya sendiri setelah kendaraan mereka terpapar abu vulkanik.

Salah seorang pemilik mobil, Ari, menjelaskan bahwa mencuci mobil di tempat steam menjadi pilihan utama karena abu vulkanik memerlukan penanganan khusus. “Iya betul, cuci steam karena abu vulkanik. Kan kalau untuk cuci sendiri kan agak repot ya. Jadi kan harus yang bertekanan tinggi biar nggak ada luka atau baret di mobil,” ujarnya saat ditemui di salah satu tempat cuci steam di Cilodong, Depok, Selasa (8/9/2026).

Ari menambahkan bahwa ia terbiasa merawat mobilnya dengan baik. Ia memahami bahwa debu vulkanik yang bersifat asam memerlukan semprotan bertekanan tinggi untuk mencegah kerusakan pada cat maupun kaca mobil. “Emang kebetulan kan saya juga biasa merawat mobil ya. Jadi untuk kalau debu atau yang sifatnya asam, itu biasanya kita langsung pakai semprotan tekanan tinggi dulu agar tidak merusak cat atau kacanya,” jelasnya.

Ari mengaku sudah mengetahui adanya abu vulkanik yang menempel di kendaraan dan rumahnya sejak Minggu (6/9). Ia pun berusaha untuk tidak menyentuh abu vulkanik tersebut secara langsung. “Udah tahu duluan ya ada abu vulkanik, jadi nggak sentuh. Kan berita tuh, makanya kok banyak, soalnya kan aneh di lantai kok kotor. Terus kita buka, ternyata ada berita di berita-berita kan. Terus kita cari-cari berita ternyata iya, ya udah. Nggak diutak-atik sih,” ungkapnya.

Ia memastikan bahwa abu vulkanik sudah benar-benar mereda sebelum memutuskan untuk mencuci kendaraannya. “Jadi kalau kayak kemarin misalkan kejadian hari Minggu, hari Senin saya belum berani. Soalnya kan nanti kok kayaknya sama aja gitu. Kita nunggu sampai benar-benar reda dulu aja,” tuturnya.

Pemilik mobil lainnya, Freddy, juga baru mencuci mobilnya pada hari ketiga pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Ia memilih waktu tersebut karena abu vulkanik sudah mereda dan ia khawatir debu tersebut dapat merusak mobil jika dibiarkan terlalu lama menempel. “Sayang, katanya juga kan debunya kalau terlalu lama dibiarkan menempel di mobil juga bahaya kan,” katanya.

Freddy lebih lanjut menjelaskan alasannya tidak mencuci mobilnya sendiri. Ia merasa lebih nyaman dan aman menggunakan jasa cuci steam karena takut mobilnya lecet jika salah dalam penanganan. “Pengennya sih cuci sendiri ya, cuma kayaknya lengketnya, nempelnya. Kalau di steam kan enak kan, disemprot kenceng kan, jadi lebih, kita juga lebih nyamanlah. Kalau dicuci sendiri takutnya malah kan katanya ada mengandung apa kayak beling gitu kalau ke kaca aja. Kalau kita nyucinya nggak betul bisa baret atau apa, itu sih,” tutupnya.