Jurnal Indonesia — JAKARTA – Bertahan selama dua dekade di tengah persaingan ketat dan perubahan selera konsumen merupakan pencapaian signifikan bagi sebuah bisnis. Umpan Djempol, sebuah merek umpan pancing yang berawal dari produksi rumahan pada tahun 2006, berhasil membuktikan ketangguhannya.
Memasuki usia 20 tahun pada 2026, Umpan Djempol kini telah memiliki lebih dari 20 varian produk yang distribusinya telah merambah ke berbagai penjuru Indonesia. Kemampuan untuk terus berinovasi dan memahami secara mendalam kebutuhan para pemancing menjadi faktor krusial di balik keberhasilan brand ini mempertahankan eksistensinya.
Didirikan oleh Ito, yang akrab disapa Kang Ito, Umpan Djempol lahir dari kecintaan pribadinya terhadap dunia memancing. Pada tahap awal, seluruh produk dibuat secara sederhana dari rumah, dan pengembangannya senantiasa didasarkan pada pengalaman langsung serta kebutuhan para pemancing di lapangan.
“Awalnya memang sederhana dan dari rumah. Karena saya sendiri suka memancing, jadi produk terus berkembang berdasarkan apa yang kami lihat dan pelajari dari pemancing,” ujar Kang Ito dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (9/9/2026).
Salah satu lini produk awal yang diperkenalkan Umpan Djempol adalah Varian Reguler, yang hadir dengan pilihan rasa seperti Amis Spesial, Keju Susu, dan Pandan Wangi. Seiring berjalannya waktu, upaya pengembangan produk terus dilakukan secara berkelanjutan agar senantiasa relevan dengan dinamika pasar.
Kemampuan beradaptasi telah menjadi pilar penting dalam perjalanan Umpan Djempol selama dua dekade terakhir. Inovasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada penambahan varian rasa, tetapi juga meluas ke aspek formula, bentuk produk, proses produksi, adopsi teknologi, hingga desain kemasan.
Menjelang peringatan dua dekade, Kang Ito mengungkapkan bahwa Umpan Djempol kembali memperkenalkan sejumlah produk inovatif. Di antaranya adalah Pelet Campur Campur, Amisan dengan Enzim Amino, dan Essen Mancing yang hadir dalam kemasan sachet praktis. Brand ini juga bersiap meluncurkan produk Pelet Siap Pakai Ati Ayam dalam waktu dekat.
Inovasi dan Adaptasi Berkelanjutan
Menurut Kang Ito, setiap pengembangan produk dilakukan dengan cermat, selalu mempertimbangkan kebutuhan pemancing yang terus berevolusi. Masukan berharga dari komunitas pemancing menjadi salah satu referensi utama dalam mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan.
Kang Ito menegaskan bahwa kunci mempertahankan bisnis bukanlah sekadar mengandalkan produk yang sudah populer. Produk harus terus dikembangkan tanpa mengabaikan kebutuhan fundamental para konsumen.
Pertumbuhan Umpan Djempol juga tercermin jelas dari sisi produksi dan distribusi. “Dari skala rumahan, proses produksi kini berkembang pesat dengan dukungan teknologi modern, termasuk penggunaan mesin sterilisasi canggih serta peningkatan kualitas kemasan,” imbuhnya.
Dalam hal distribusi, Kang Ito menambahkan, produk Umpan Djempol kini telah menjangkau berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Perluasan jangkauan ini membuat produk mereka semakin mudah diakses oleh para pemancing di luar daerah-daerah awal perkembangannya.
Hubungan erat dengan komunitas pelanggan tetap menjadi prioritas utama. “Bagi Umpan Djempol, para pemancing bukan hanya sekadar konsumen, melainkan juga merupakan sumber masukan yang sangat berharga untuk pengembangan produk kami di masa depan,” tegas Kang Ito.
Perubahan lanskap cara konsumen memperoleh informasi juga mendorong Umpan Djempol untuk beradaptasi dalam strategi komunikasinya. Setelah aktif cukup lama melalui kanal YouTube, Umpan Djempol kini meningkatkan kehadirannya di berbagai platform media sosial dengan konten yang beragam, mencakup informasi produk, dunia memancing, serta aktivitas komunitas.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.