— Harga emas mengakhiri pekan di zona negatif seiring persiapan investor menghadapi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pekan depan. Pasar kini memperkirakan peluang hampir 90% untuk kenaikan suku bunga tersebut, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Meskipun demikian, sejumlah analis menilai kemampuan emas untuk mempertahankan level support di angka US$ 4.300 per troy ounce menjadi indikasi bahwa ancaman dampak kenaikan suku bunga The Fed mulai memudar. Para analis juga memperingatkan bahwa bank sentral AS menghadapi masalah yang lebih besar daripada sekadar inflasi, yaitu utang pemerintah AS yang terus membengkak dan mulai berdampak pada pasar obligasi AS. Imbal hasil (yield) obligasi AS bertahan di level tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan bergerak mendekati angka 5%.

Chief Investment Officer di Zaye Capital Markets, Naeem Aslam, menilai bahwa harga emas tetap mendapat dukungan kuat karena kredibilitas Federal Reserve mulai diuji. “Pada dasarnya, jika The Fed menaikkan suku bunga, pasar obligasi pemerintah tetap tidak akan terpuaskan, dan jika mereka tidak menaikkannya, maka kredibilitas merekalah yang akan dipertanyakan. Jadi, mempertahankan posisi beli pada emas adalah strategi yang tepat saat ini,” ucap Aslam, dikutip dari Kitco News.

Direktur Strategi Komoditas di TD Securities, Ryan McKay, dalam catatannya menyebutkan bahwa risiko penurunan harga emas semakin besar menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada hari Rabu besok, namun ia menilai potensi penurunan terbatas. “Data yang kuat dan sikap hawkish The Fed mungkin hanya memicu aksi jual jangka pendek yang relatif moderat dari dana-dana sistematis, sementara narasi penurunan nilai mata uang dolar AS yang kembali menguat, peningkatan pembelian oleh bank sentral, dan akumulasi ETF emas memberikan landasan dukungan yang kuat bagi arus investasi diskresioner jangka panjang. Setiap pelemahan harga emas dalam jangka pendek sebaiknya semakin dipandang sebagai potensi peluang pembelian,” ujarnya.

Presiden Sprott Inc, Ryan McIntyre, menambahkan bahwa pasar emas sudah siap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Ia mencatat bahwa dengan harga saat ini, kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin sebagian besar sudah diperhitungkan oleh pasar.