Jurnal Indonesia — AC Milan memulai langkahnya di fase grup Liga Europa dengan hasil yang mengecewakan. Rossoneri takluk 0-2 dari tamunya, Benfica, di Stadion San Siro pada Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Gol-gol kemenangan Benfica dicetak oleh Dodi Lukebakio dan Jakub Kaminski.
Meskipun AC Milan tercatat melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan, hanya empat yang mengarah tepat sasaran dan berhasil dimentahkan oleh kiper Benfica, Anatoliy Trubin. Sementara itu, Benfica hanya membutuhkan 11 percobaan untuk mencetak dua gol.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui bahwa taktik yang ia terapkan tidak berjalan sesuai rencana. “Inti dari gagasan saya adalah bermain sepak bola,” ujar Amorim kepada Sky Sport Italia usai laga. “Untuk mewujudkannya, kami perlu memainkan bola, namun kami justru lebih sering menciptakan masalah bagi diri sendiri saat menguasai bola dibandingkan saat lawan yang menguasainya.”
Amorim menambahkan bahwa timnya berusaha membangun pola permainan untuk lebih banyak menguasai bola di area lawan, namun kesulitan dalam menciptakan peluang. “Kami sedang berupaya membangun pola permainan agar bisa lebih banyak menguasai bola di area kotak penalti lawan-kami sempat melakukannya di babak kedua-tetapi kami gagal menciptakan peluang; kami kurang kreativitas saat berada di dekat kotak penalti.”
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti hilangnya kendali permainan tim di babak pertama. “Di babak pertama, saat kami kebobolan, kami benar-benar kehilangan kendali atas rencana permainan kami; kami ingin melakukan segalanya dengan terburu-buru namun tanpa kualitas yang memadai,” jelasnya.
Menurut Amorim, timnya perlu lebih waspada saat menguasai bola karena seringkali kehilangan bola di area berbahaya yang mengancam gawang sendiri. “Jika melihat jalannya pertandingan, justru saat menguasai bola itulah kami harus waspada terhadap bahaya, karena kami sering kehilangan bola dalam situasi yang mengancam gawang kami sendiri.”
Meskipun AC Milan mengistirahatkan beberapa pemain kunci seperti Luka Modric dan baru menurunkan Diego Moreira di babak kedua, Amorim menegaskan bahwa masalah performa tim bukan semata-mata karena absennya satu atau dua pemain.
“Kami perlu berbenah sebagai sebuah tim; masalahnya bukan sekadar ada satu atau dua pemain yang tidak bermain,” tegas Amorim. “Ada hal-hal yang tidak kami lakukan saat berada di dalam kotak penalti, atau bahkan di dekatnya, seperti saat tidak ada pemain yang masuk ke kotak penalti untuk menyambut operan (Samuel) Chukwueze. Kami harus lebih akurat dan lebih terorganisasi.”
Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan AC Milan menjadi tiga pertandingan. Tim diharapkan segera bangkit dalam laga kandang melawan Lecce pada Senin (21/9) pukul 01.45 WIB, sebelum jeda internasional.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.