Jurnal Indonesia — Manchester United harus menelan kekalahan 2-3 dari Brighton & Hove Albion dalam pertandingan babak ketiga Carabao Cup yang digelar di Old Trafford, Kamis (17/9) dini hari WIB. Kekalahan ini memicu kritik tajam terhadap performa lini pertahanan Setan Merah.
MU sempat unggul cepat melalui gol yang dicetak oleh Facundo Pellistri dan Mason Mount sebelum 10 menit laga berjalan. Namun, Brighton berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol-gol dari Joao Pedro (yang dicatat sebagai gol bunuh diri Kostoulas), Pascal Gross, dan Carlos Baleba.
Pundit sepakbola sekaligus mantan pemain Liverpool dan Tottenham Hotspur, Jamie Redknapp, menyoroti penampilan lini belakang Manchester United, terutama duet bek tengah Leny Yoro dan Ayden Heaven.
Redknapp mengamati bahwa jarak antara kedua bek tersebut terlalu lebar di lapangan. Ia mengakui bahwa dalam sepak bola modern, gelandang sering kali berada di bawah tekanan dan kehilangan bola. Namun, menurutnya, para bek seharusnya bereaksi lebih cepat untuk merebut kembali bola.
Tiga gol yang bersarang di gawang Manchester United menjadi bukti kegagalan Yoro dan Heaven dalam menutup ruang atau merebut bola dari pemain Brighton. Disebutkan bahwa Ayden Heaven gagal mengejar Joao Pedro untuk gol pertama, Leny Yoro terkecoh oleh pergerakan Pascal Gross untuk gol kedua, dan Ayden Heaven kembali gagal mengejar Carlos Baleba sementara Leny Yoro lambat dalam menutup pergerakan pemain tersebut untuk gol ketiga.
Jamie Redknapp secara tegas menyemprot Yoro dan Heaven, bahkan menyamakannya dengan bermain futsal. “Heaven seharusnya berlari cepat, begitu pula dengan Yoro yang gagal menempel lawan. Mereka berlari santai,” ungkapnya.
Ia melanjutkan kritiknya, “Upaya macam apa itu untuk menghentikan bola? Mudah sekali dijebol bukan? Ini bukan kompetisi futsal lima lawan lima.”
Redknapp menutup kritiknya dengan peringatan keras, “Jika mereka tidak berubah, mereka tidak akan main reguler buat Man United.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.