— JAKARTA – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menandatangani perjanjian restrukturisasi utama atau master restructuring agreement (MRA) pada bulan September 2026.

Direktur Utama Adhi Karya, Moehermain Zein Chaniago, menyampaikan bahwa perseroan telah mendapatkan dukungan dari pemegang saham mayoritas, Danantara Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM), untuk memproses restrukturisasi.

“Jadi, saat ini perseroan memang tengah menjalankan proses restrukturisasi yang insyaallah pada September 2026 ini akan bisa segera ditandatangani MRA-nya,” ujar Moehermain dalam paparan publik pada Rabu (9/9/2026).

Menurut Moehermain, dukungan dari Danantara ini sejalan dengan aspirasi pemegang saham yang menginginkan Adhi Karya kembali fokus pada bisnis inti, yaitu konstruksi saja (construction only).

Selain proses restrukturisasi sebagai instrumen pemulihan, Adhi Karya juga melakukan penataan entitas usaha melalui penjualan saham atau divestasi anak usaha secara terukur.

“Pada 2026 ini, kami akan mendivestasi anak usaha paling tidak, tiga perusahaan dan sisanya akan didivestasi tidak lewat dari 2027,” tegas Moehermain.

Divestasi Anak Usaha

Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, menambahkan bahwa divestasi akan difokuskan pada anak usaha yang bisnisnya tidak sejalan dengan kompetensi inti perusahaan.

“Kami berharap, melalui divestasi ini dapat mempercepat restrukturisasi. Jadi, kalau ditanya apakah ada spesifikasi khusus (terkait anak usaha mana yang akan didivestasi), jawabannya tidak ada,” jelas Rozi.

Rozi menyatakan bahwa anak usaha yang bergerak di bisnis air, energi, jalan tol, hingga tiga aset hotel yang saat ini dioperasikan akan didivestasi jika tidak sesuai dengan bisnis dan kompetensi Adhi Karya.

Hingga Agustus 2026, Adhi Karya tengah menggarap 117 proyek aktif yang tersebar di sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, dan industrial.

Perseroan juga mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,8 triliun.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga semester I-2026, ADHI mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,11 triliun dengan laba bersih sebesar Rp8,49 miliar. Laba tersebut menguat sebesar 12,6% diikuti dengan kenaikan EBITDA sebesar 28,1% menjadi Rp551,64 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.