Jurnal Indonesia — PT Ajinomoto Indonesia mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC) untuk meningkatkan penggunaan energi bersih dan memperkuat komitmennya terhadap operasional yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan REC menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan perusahaan berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan.
Wakil Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia dan PT Ajinex International, Naohiro Kadota, menjelaskan bahwa upaya dekarbonisasi ini telah memberikan dampak terukur. Hingga Juli 2026, Ajinomoto mencatat pengurangan emisi sebesar 220.000 ton CO₂ melalui pemanfaatan energi terbarukan dalam operasionalnya.
Untuk memperkuat inisiatif ini, PT Ajinomoto Indonesia memperpanjang kerja sama REC bersama PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PLN EMI untuk tiga tahun ke depan, yang berlaku mulai 1 September 2026. Direktur Utama PLN EMI, Henri Firdaus, menyatakan bahwa konsistensi industri dalam menggunakan energi terbarukan sangat dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.
Henri menambahkan, semakin banyak pelaku usaha yang menggunakan energi bersih, semakin besar pula kontribusi sektor industri terhadap pengurangan emisi dan pembangunan ekonomi rendah karbon. Naohiro Kadota juga menyebutkan bahwa perusahaan telah mencapai 100% target penurunan emisi Scope 2, yaitu emisi tidak langsung yang berasal dari penggunaan listrik.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa penggunaan energi terbarukan mulai menjadi bagian integral dari strategi operasional industri, seiring dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengurangi jejak karbon dari kegiatan produksinya. Selain REC, Ajinomoto juga mengembangkan berbagai langkah efisiensi energi di fasilitas produksinya, seperti pemanfaatan biomass boiler dan panel surya.
Berbagai inisiatif ini dijalankan secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus menekan emisi dari aktivitas perusahaan. Naohiro menekankan bahwa keberlanjutan energi akan menjadi bagian penting dalam mempertahankan operasional yang efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan. Dengan perpanjangan pemanfaatan REC hingga tiga tahun ke depan, Ajinomoto menargetkan capaian pengurangan emisi yang telah diperoleh dapat dipertahankan dan diperkuat melalui program efisiensi energi lainnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.