— PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memaparkan strategi pertumbuhan dan kinerja perseroan dalam acara Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/9/2026). AKRA berfokus pada penguatan perdagangan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta kimia dasar, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), serta perluasan layanan utilitas dan solusi energi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Di tengah tantangan global seperti volatilitas harga energi, perubahan rantai pasok, dan dinamika geopolitik, AKRA mengantisipasi peningkatan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Pertumbuhan investasi dan hilirisasi industri diprediksi akan mendorong permintaan pasokan bahan baku dan energi yang andal, jaringan logistik yang efisien, serta kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan utilitas memadai.

Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, menjelaskan bahwa perjalanan perseroan dibangun secara bertahap, mulai dari perdagangan kimia dasar, pengembangan infrastruktur distribusi, hingga integrasi JIIPE sebagai kawasan industri dan pelabuhan. “Setiap langkah tersebut dibangun dari kompetensi yang telah dimiliki AKR, didasarkan pada kebutuhan pelanggan, dan dijalankan bersama mitra yang memiliki keahlian di bidangnya. Prinsip ini akan terus menjadi dasar bagi perseroan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Haryanto dalam keterangan resmi.

Haryanto menambahkan, AKR akan terus menjaga keandalan pasokan dan layanan, memperkuat keunggulan operasional, serta mengembangkan JIIPE secara disiplin. “Kami juga akan terus mendukung program pemerintah dalam hilirisasi industri, ketahanan energi, dan transisi energi sesuai dengan kapasitas perseroan. Melalui langkah-langkah tersebut, kami berharap dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Tiga Katalis dan Arah Pertumbuhan AKRA

AKRA mengidentifikasi tiga katalis utama yang akan membentuk peluang pertumbuhan di masa depan. Pertama, berlanjutnya hilirisasi dan pertumbuhan kegiatan industri. Kedua, kebutuhan untuk memperkuat ketahanan energi melalui infrastruktur penyimpanan dan distribusi yang andal. Ketiga, peralihan bertahap menuju sumber energi yang lebih beragam.

Untuk merespons tren ini, AKRA memprioritaskan tiga hal. Pertama, memperkuat bisnis perdagangan dan distribusi BBM serta kimia dasar dengan pertumbuhan volume yang selektif, keandalan pasokan, dan optimalisasi jaringan. Kedua, mempercepat pengembangan serta monetisasi JIIPE melalui penjualan lahan, aktivitas pelabuhan, dan peningkatan permintaan utilitas.

Ketiga, mengembangkan sumber pertumbuhan baru, termasuk utilitas industri, layanan pelabuhan, infrastruktur gas dan Liquefied Natural Gas (LNG), energi surya, BBM ritel, dan avtur. “Seluruh pengembangan dilakukan secara bertahap berdasarkan kepastian kebutuhan pelanggan, kelayakan investasi, dan kemitraan yang tepat, dengan tetap mengedepankan disiplin investasi dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan,” pungkas keterangan resmi AKRA.