— PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) bersama Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati memperkenalkan Amartha Prosper, sebuah platform investasi yang dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan pembiayaan produktif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan yang beroperasi di wilayah perdesaan.

Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie, menekankan pentingnya kejelian masyarakat dalam memilih instrumen investasi di tengah pasar yang terus berubah. Menurutnya, Amartha Prosper hadir sebagai opsi investasi yang tidak hanya menjanjikan potensi keuntungan, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi sektor riil.

“Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan produktif UMKM perempuan di perdesaan. Investor tidak hanya memperoleh potensi imbal hasil, tetapi juga ikut menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif,” ujar Julie dalam keterangan resminya pada Sabtu (18/7/2026).

Salah satu produk unggulan yang ditawarkan adalah Grassroots Growth Series (GGS). Dana yang dihimpun dari investor akan disalurkan kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan yang menjadi binaan Amartha. UMKM ini tersebar di lebih dari 50.000 desa di seluruh Indonesia, sehingga menghasilkan portofolio pembiayaan yang terdiversifikasi.

Prinsip Investasi Bijak ala Lolita Setyawati

Certified Financial Planner Lolita Setyawati mengamati adanya pergeseran minat masyarakat dalam berinvestasi. Kini, investor tidak hanya berfokus pada perolehan keuntungan tinggi, namun juga mulai memperhatikan profil risiko, tujuan keuangan pribadi, legalitas produk, serta transparansi dalam pengelolaan dana.

Lolita memaparkan lima prinsip utama yang harus dipegang calon investor sebelum memulai. Pertama, pastikan kondisi keuangan pribadi dalam keadaan sehat dan telah memiliki dana darurat yang memadai. Kedua, pahami dengan jelas tujuan investasi dan profil risiko yang sesuai. Ketiga, pilihlah produk investasi yang legal dan memiliki model bisnis yang logis. Keempat, mulailah investasi dengan nominal kecil secara konsisten. Terakhir, pahami secara mendalam ke mana dana investasi Anda akan disalurkan.

“Jangan pernah menggunakan dana darurat atau dana pinjaman untuk berinvestasi. Gunakanlah uang dingin yang memang tidak Anda butuhkan dalam waktu dekat,” tegas Lolita.

Diversifikasi Portofolio Melalui Amartha

Lolita juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan imbal hasil tinggi tanpa memahami secara utuh mekanisme investasi yang mendasarinya. Prinsip krusial yang harus selalu dipegang adalah memastikan produk investasi memiliki izin yang jelas dari otoritas terkait dan model bisnisnya mudah dipahami.

Menurut Lolita, Amartha Prosper menyediakan beberapa pilihan profil investasi yang dirancang untuk disesuaikan dengan karakteristik dan toleransi risiko masing-masing investor, yaitu Balanced-Flex, Balanced, Progressive, dan Dynamic.

Selama lebih dari 16 tahun beroperasi, Amartha telah berhasil menyalurkan pembiayaan produktif dengan total nilai lebih dari Rp47 triliun kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di Indonesia. Pada tahun 2025, penyaluran pembiayaan ini diproyeksikan turut berkontribusi dalam penciptaan sekitar 90.000 lapangan kerja baru, di mana sekitar 86% di antaranya diisi oleh perempuan.

Julie menambahkan, investasi pada pembiayaan produktif UMKM dapat menjadi strategi diversifikasi portofolio yang menarik bagi investor, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Melalui Amartha Prosper, masyarakat tidak hanya merencanakan masa depan keuangan pribadi, tetapi juga turut memperluas akses pembiayaan bagi sektor riil yang merupakan salah satu penggerak utama roda perekonomian bangsa,” tutup Julie.