— JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim, menunjukkan potensi penguatan menuju level resistance atau batas atas. Analisis teknikal dapat dimanfaatkan investor untuk memaksimalkan keuntungan dari saham ini.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatannya untuk perdagangan Selasa (8/9/2026) menetapkan target terdekat saham BUMI di kisaran harga Rp 226 hingga Rp 232.

Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi area support atau batas bawah saham BUMI berada di level Rp 214. “BUMI spec buy dengan support 214, cutloss jika break di bawah 208. Jika tidak break di bawah 214, potensi naik ke 226-232 short term,” demikian tertulis dalam catatan tersebut pada Selasa (8/9/2026).

Pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,7%, ditutup pada level Rp 220.

Dalam sepekan terakhir, saham BUMI telah menguat sebesar 6,8%, dan dalam sebulan terakhir melonjak 17,6%. Namun, selama periode year to date (ytd), saham BUMI tercatat mengalami penurunan 39,8%.

Data dari Stockbit menunjukkan bahwa saham BUMI banyak dibeli oleh investor asing, dengan catatan net buy asing sebesar Rp 180,5 miliar pada perdagangan Senin (7/9/2026).