— JAKARTA – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menggelar paparan publik insidentil pada Jumat (11/9/2026) untuk menyampaikan berbagai perkembangan terkini. Dari paparan tersebut, terungkap bahwa perseroan sedang mempertimbangkan untuk melakukan aksi korporasi dalam jangka pendek.

Manajemen PACK menyatakan, “Dalam jangka pendek, perseroan berencana meningkatkan kapasitas bijih nikel.” Namun, manajemen belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai detail aksi korporasi tersebut. Perseroan berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, termasuk kewajiban keterbukaan informasi kepada publik dan perolehan persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku, apabila aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan.

Saat ini, saham PACK berada dalam status suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1 September 2026. Suspensi ini diberlakukan menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Posisi terakhir saham PACK sebelum disuspensi tercatat di angka Rp 560, dengan kenaikan sekitar 118% dalam kurun waktu satu bulan.

Menanggapi pergerakan harga sahamnya, manajemen PACK menegaskan tidak memiliki strategi khusus untuk menjaganya. Pergerakan saham dianggap sebagai mekanisme pasar. Analisis manajemen terhadap kenaikan harga saham salah satunya disebabkan oleh kinerja perseroan yang dinilai baik. Hingga 30 Juni 2026, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih (net profit) sebesar Rp 190,7 miliar. Dukungan berkelanjutan dari PT Eco Energi Perkasa (EEP) selaku pemegang saham pengendali juga menjadi faktor pendukung.

Terkait dengan figur Haji Isam, manajemen PACK memberikan klarifikasi berdasarkan informasi yang dimiliki perseroan. Haji Isam merupakan salah satu pemegang saham minoritas signifikan, namun bukan merupakan pemegang saham pengendali. Sementara itu, PT Eco Energi Perkasa (EEP) adalah pemegang saham pengendali dari perseroan.