Jurnal Indonesia — JAKARTA – Liverpool menunjukkan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan di awal musim ini. Manajer tim, Andoni Iraola, mengidentifikasi satu area krusial yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuadnya, yaitu efektivitas pressing.
Perjalanan Liverpool di lima pertandingan awal di semua kompetisi tercatat belum konsisten. Dari total pertandingan tersebut, tim baru berhasil mengamankan dua kemenangan, sementara tiga lainnya berakhir dengan hasil imbang.
Dalam laga teranyar menghadapi Fulham, terlihat jelas bahwa Liverpool menghadapi kendala dalam membangun serangan. Tim kesulitan menembus pertahanan lawan dan minim menciptakan peluang berbahaya yang mengancam gawang musuh.
Iraola mengakui bahwa pertandingan melawan Fulham merupakan sebuah kemunduran bagi timnya, terutama jika dibandingkan dengan performa yang lebih baik saat menghadapi Ipswich dan Atletico Madrid, di mana kedua laga tersebut berhasil dimenangkan.
Masalah utama yang diungkapkan Iraola berkaitan dengan pressing yang belum tergarap secara optimal. Ia menjelaskan bahwa dalam laga tersebut, tim cenderung merebut bola di area yang lebih dalam.
“Dibandingkan laga-laga sebelumnya, kami merebut bola jauh lebih dalam di lapangan. Satu-satunya peluang besar yang mengancam kami adalah ketika tendangan gawang kami kacau, setelah kami bertahan dengan baik,” ujar Iraola, seperti dikutip dari Sky Sports.
“Tapi kami memang merebut bola jauh lebih rendah dan ketika ini terjadi, Anda harus selalu menyerang lawan 11 pemain dan itu lebih menyulitkan.”
Ia menambahkan, pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, tim mampu merebut bola di posisi yang lebih tinggi, memungkinkan transisi cepat untuk menyerang. Hal ini memberikan keuntungan dalam memanfaatkan ruang saat lawan memiliki jumlah pemain yang lebih sedikit, yang merupakan kunci dari sistem permainan mereka.
“Kami perlu memulihkan bola setinggi mungkin di lapangan, sebab itu jauh lebih memudahkan penyerangan. Kami punya situasi-situasi satu lawan satu atau menghadapi lebih sedikit pemain ketimbang saat merebut bola di area sendiri,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.