Jurnal Indonesia — PT Antam Tbk (ANTM) membeberkan perkembangan terbaru mengenai proyek pembangunan pabrik manufaktur logam mulia yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Inisiatif ini diharapkan dapat kian memperkokoh dominasi pangsa pasar logam mulia yang dikuasai oleh Antam.
Manajemen Antam menyatakan bahwa pengembangan fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan sekaligus memperluas jangkauan pasar perusahaan.
“Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas 30 ton emas per tahun atau setara dengan 5 juta keping produk yang memiliki kadar kemurnian 99,99%,” jelas manajemen Antam dalam sesi Public Expose Live yang berlangsung pada Kamis (9/10/2026).
Pengembangan proyek ini dinilai akan memperkuat posisi Antam di pasar logam mulia, mengingat saat ini perusahaan telah menguasai sekitar 60% pangsa pasar. Selain itu, peningkatan kapasitas ini juga akan mendukung Antam dalam memenuhi lonjakan permintaan dari pasar domestik.
“Proyek strategis ini saat ini berada dalam tahap pra-konstruksi dan kami menargetkan agar dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2028. Hal ini penting untuk memperkuat kapasitas produksi dan mendukung ekspansi bisnis logam mulia Antam di masa mendatang,” terang manajemen Antam.
Berdasarkan materi paparan dalam public expose tersebut, estimasi total investasi yang dialokasikan untuk proyek pabrik manufaktur logam mulia ini mencapai sekitar Rp 1,1 triliun, atau setara dengan US$ 70 juta.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.