— Jakarta – Apple mengirimkan surat peringatan kepada puluhan mantan karyawannya yang kini bergabung dengan OpenAI. Langkah ini diambil sebagai bagian dari gugatan hukum yang dilayangkan Apple terhadap OpenAI atas tuduhan memanfaatkan mantan pekerja untuk mencuri rahasia perusahaan.

Menurut laporan The Financial Times, Apple mengirimkan ‘legal preservation letter’ kepada sekitar 40 mantan karyawan yang saat ini bekerja di OpenAI. Surat ini dikirimkan karena Apple menduga adanya penyalahgunaan informasi rahasia yang mungkin melibatkan lebih banyak pihak dari yang disebutkan dalam gugatan awal.

Surat peringatan atau ‘preservation letter’ merupakan pemberitahuan resmi yang memerintahkan individu atau organisasi untuk menyimpan semua dokumen, catatan, dan bukti lain yang relevan dengan sengketa hukum yang sedang berlangsung.

Apple mengajukan gugatan di pengadilan federal California pekan lalu. Perusahaan teknologi raksasa itu menuduh OpenAI melakukan upaya terkoordinasi untuk mendapatkan informasi rahasia terkait proses manufaktur dan pengembangan produk mereka.

Secara spesifik, Apple mengklaim bahwa OpenAI merekrut para insinyur kunci, termasuk mantan eksekutif Apple, Tang Tan dan Chang Liu. Keduanya dituduh mendapatkan informasi penting seputar desain, proses manufaktur, dan rahasia perusahaan lainnya.

Tang Tan sendiri merupakan veteran di Apple yang pernah memimpin tim desain produk. Saat ini, ia menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI. Sementara Chang Liu adalah seorang insinyur senior di Apple sebelum akhirnya pindah ke tim hardware OpenAI.

Apple menuduh Tan secara aktif mengarahkan para karyawan Apple yang sedang dalam proses wawancara di OpenAI untuk berbagi rahasia perusahaan. Tuduhan ini tertuang dalam gugatan yang menyebutkan bahwa Tan dan Liu sebagai terdakwa.

“Ia telah mengarahkan para kandidat yang masih bekerja di Apple untuk membawa ‘bagian-bagian asli’ dari Apple ke wawancara mereka untuk sesi ‘unjuk dan jelaskan’ di mana ia dan timnya di OpenAI dapat menggali lebih banyak rahasia Apple,” demikian bunyi kutipan dari gugatan tersebut, seperti dilansir dari Gizmodo.

Gugatan tersebut juga mengklaim bahwa lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI, mengindikasikan potensi pelanggaran yang lebih luas. Meskipun demikian, OpenAI membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan tidak memiliki bukti yang mendukung alasan gugatan Apple.