— JAKARTA – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), yang merupakan anak usaha dari PT Arsari Tambang, menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder). Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat hilirisasi industri timah di Indonesia melalui pengembangan produk solder bernilai tambah, peningkatan teknologi dan kualitas, serta perluasan akses pasar.

Acara penandatanganan MoU dilangsungkan di pabrik STANIA yang berlokasi di Batam, dengan mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Downstreaming Industry through Strategic Partnership” atau “Memperkuat Hilirisasi Industri Timah Indonesia melalui Kemitraan Strategis.”

STANIA sendiri merupakan bagian integral dari ekosistem hilirisasi timah yang dikelola oleh PT Arsari Tambang. Ekosistem ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari sektor pertambangan hingga produk hilir. Pabrik STANIA di Batam, yang diresmikan pada Juli 2025, memiliki kapasitas produksi awal 2.000 ton per tahun dan saat ini memproduksi solder bar, sembari terus mengembangkan produk solder dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar Arsari Group dalam membangun ekosistem industri masa depan Indonesia.

“STANIA merupakan bagian dari Arsari Tambang, yang merupakan sub-holding dari Arsari Group. Karena itu, kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan,” papar Aryo dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Arsari Group saat ini juga tengah mengembangkan ekosistem teknologi dan kecerdasan buatan (AI) melalui RAIA Grid. Ekosistem ini meliputi konektivitas, serat optik, pusat data, komputasi awan, komputasi berkinerja tinggi, hingga AI. Arsari Group juga sedang mempersiapkan kemampuan perakitan GPU di Indonesia.

Menurut Aryo, pengembangan ekosistem teknologi tersebut sangat membutuhkan industri dan rantai pasok yang mendukung.

“Kami ingin melihat timah Indonesia terus bergerak naik dalam rantai nilai—dari komoditas menjadi material bernilai tambah, kemudian terhubung dengan industri electronic manufacturing dan pada akhirnya mendukung ekosistem teknologi dan AI yang sedang dibangun di Indonesia,” jelasnya.

Asahi Solder adalah perusahaan multinasional yang berbasis di Singapura dengan rekam jejak panjang dalam bidang soldering dan material interkoneksi elektronik. Produk-produknya telah digunakan dalam berbagai aplikasi di industri elektronik.

Vincent Kho, Pemilik dan Direktur Utama (Managing Director) Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd., menyambut baik kemitraan ini sebagai peluang untuk mengintegrasikan kapabilitas manufaktur lokal STANIA dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki Asahi.

“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan STANIA. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir timah, dan kami meyakini bahwa perpaduan antara kemampuan manufaktur STANIA di dalam negeri dengan pengalaman Asahi Solder dalam produk solder dan material interkoneksi elektronik dapat menciptakan peluang baru untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri elektronik global,” ujar Vincent Kho.

Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan produk, teknologi, peningkatan kualitas, serta perluasan pasar. Salah satu fokusnya adalah pengembangan produk solder bernilai tambah lebih tinggi, seperti solder paste.

Pengembangan STANIA juga mencerminkan komitmen PT Arsari Tambang terhadap industri timah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Fasilitas STANIA dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan aspek lingkungan lainnya.

Bagi Arsari Group, hilirisasi industri harus berjalan seiring dengan inovasi dan keberlanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi, investasi, dan penguatan industri nasional.

Kemitraan antara STANIA dan Asahi Solder ini sekaligus menunjukkan meningkatnya ruang bagi sektor swasta untuk berinvestasi, membangun kapasitas industri, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia. Transformasi timah Indonesia diharapkan berlanjut dari komoditas menjadi material bernilai tambah, mendukung manufaktur, hingga terintegrasi dalam ekosistem teknologi masa depan.