— Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan komputasi awan, ditambah meningkatnya ancaman keamanan siber, telah secara fundamental mengubah lanskap bisnis. Hal ini mendorong kebutuhan akan infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga adaptif.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Artha Telekomindo (Arthatel) memposisikan diri sebagai penyedia solusi ICT terintegrasi. Perusahaan ini bertujuan membantu berbagai organisasi membangun fondasi digital yang kokoh untuk menghadapi era modern.

Dengan rekam jejak lebih dari 30 tahun di industri telekomunikasi dan teknologi informasi, Arthatel menawarkan layanan yang melampaui sekadar konektivitas. Fokusnya mencakup peningkatan efisiensi operasional, pengamanan data, dan memastikan keberlangsungan bisnis pelanggan.

Direktur Komersil PT Artha Telekomindo, Sumiro Oemar, menekankan bahwa transformasi digital kini bukan lagi opsi, melainkan keharusan strategis bagi perusahaan untuk mempertahankan daya saing.

“Di era AI dan ekonomi digital, perusahaan membutuhkan mitra teknologi yang tidak hanya mampu menyediakan konektivitas, tetapi juga menghadirkan solusi yang aman, scalable, dan mampu mengikuti perkembangan bisnis. Arthatel berkomitmen menjadi strategic technology partner yang membantu pelanggan dalam upaya mempercepat transformasi digital melalui layanan ICT yang terintegrasi, mulai dari jaringan, managed services, hingga data security,” ujar Sumiro Oemar dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan bahwa tantangan bisnis kontemporer tidak hanya sebatas kecepatan akses internet, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital dalam mengelola volume data yang terus meningkat, kebutuhan komputasi yang masif, serta ancaman keamanan siber yang semakin canggih.

“Kami terus memperkuat kapabilitas layanan dan memperluas jangkauan infrastruktur agar pelanggan di berbagai sektor industri dapat memperoleh solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya, baik perusahaan skala nasional maupun organisasi dengan jaringan operasional yang tersebar di berbagai daerah,” tambah Sumiro Oemar.

Seiring dengan adopsi AI dan transformasi digital yang meluas di berbagai sektor, industri ICT diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama ekonomi digital. Sektor-sektor vital seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, manufaktur, dan ritel kini semakin bergantung pada infrastruktur digital yang stabil, cepat, dan aman untuk operasional bisnis mereka.

Sejak tahun 1993, Arthatel telah berkontribusi pada pengembangan ekosistem telekomunikasi Indonesia. Perusahaan ini menyediakan Telecommunication Service Management (TSM) di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) bersama PT Telkom Indonesia dan sejumlah penyedia layanan telekomunikasi serta konten terkemuka. Saat ini, jangkauan layanan Arthatel telah meliputi 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Arthatel didukung oleh jaringan fiber optic modern dan Points of Presence (PoP) yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Cilegon, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan, Batam, Makassar, Balikpapan, Bali, Kupang, hingga Papua. Infrastruktur ini memungkinkan penyediaan konektivitas berkecepatan tinggi dengan keandalan yang memadai untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis di berbagai wilayah.

Sebagai perusahaan yang telah bersertifikasi ISO 9001:2015, Arthatel mengutamakan standar kualitas layanan. Portofolio solusinya meliputi Internet Services, Network Solutions, Managed Services, dan Data Security.

Semua layanan dirancang untuk membantu perusahaan membangun infrastruktur digital yang efisien dan andal, sekaligus memperkuat pertahanan terhadap ancaman siber yang semakin kompleks.

Salah satu layanan unggulan Arthatel adalah Managed Services, yang memfasilitasi perusahaan dalam mengelola kebutuhan operasional teknologi informasi secara lebih efisien. Layanan ini mencakup Managed Network Services, Managed IT Operation Services, Cloud Computing Managed Services, hingga Managed Event Services.

Dengan model layanan berbasis Operational Expenditure (Opex), perusahaan dapat mengoptimalkan investasi teknologi tanpa perlu membangun sumber daya TI internal secara mandiri.

Arthatel juga menawarkan layanan end-to-end yang mencakup instalasi, konfigurasi, pemeliharaan, pemantauan jaringan, hingga dukungan teknis melalui tim profesional yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Pendekatan ini memungkinkan pelanggan untuk lebih fokus pada pengembangan bisnis inti mereka, sementara pengelolaan infrastruktur teknologi diserahkan kepada profesional dengan standar layanan tinggi.

Melalui inovasi berkelanjutan, Arthatel terus berupaya menjadi mitra strategis bagi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang tangguh, aman, dan siap menghadapi tantangan transformasi teknologi di masa depan.