— PT Astra International Tbk (ASII) menegaskan komitmennya untuk terus membagikan dividen secara konsisten kepada para pemegang saham.

Presiden Direktur ASII, Rudy Chen, menyatakan bahwa perseroan menargetkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) di kisaran 45-50% untuk tahun buku 2026. Angka ini sejalan dengan kebijakan yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi kita akan konsisten untuk menjaga dividen yang berkelanjutan dengan payout ratio range 45-50% seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rudy dalam acara Public Expose Live 2026 pada Kamis (10/9/2026).

Pada tahun buku 2025, Astra International telah merealisasikan pembagian dividen tunai sebesar Rp 15,6 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 47,8% dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp 32,76 triliun.

Dividen tahun buku 2025 ini terbagi menjadi dividen interim senilai Rp 98 per saham atau total Rp 3,96 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025. Selanjutnya, dividen final dibagikan sebesar Rp 292 per saham dengan total Rp 15,7 triliun pada 25 Mei 2026. Keputusan pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ASII Tahun 2026.

Meskipun komitmen dividen terjaga, kinerja keuangan ASII mencatat pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp 157,9 triliun pada semester I-2026, mengalami penurunan 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih ASII, tidak termasuk pos-pos luar biasa (non-recurring items), tercatat sebesar Rp 14,9 triliun, turun 7%.

Penurunan kinerja ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari segmen solusi pertambangan dan alat berat. Namun, mayoritas lini bisnis lainnya menunjukkan performa yang positif.

Berdasarkan segmen bisnis, kontribusi terbesar terhadap laba bersih tanpa pos luar biasa di semester I-2026 berasal dari segmen otomotif sebesar 40%. Diikuti oleh segmen jasa keuangan sebesar 31%, dan segmen solusi pertambangan dan alat berat sebesar 18%. Ketiga segmen ini secara kolektif menyumbang hampir 90% terhadap total laba bersih ASII pada periode tersebut.