Jurnal Indonesia — Manchester United harus tersingkir dari ajang Carabao Cup setelah kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion dalam pertandingan babak ketiga di Old Trafford, Kamis (17/9/2026). Benjamin Sesko, yang dimainkan sebagai ujung tombak, menunjukkan performa yang kesulitan dan seolah terisolasi di lini depan.
Dalam laga tersebut, Manchester United sempat unggul dua gol terlebih dahulu melalui Shea Lacey dan Mason Mount di 10 menit awal pertandingan. Namun, Brighton berhasil bangkit di babak kedua dan membalikkan keadaan lewat gol dari Charalampos Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper.
Setelah unggul dua gol, Manchester United mengalami kesulitan dalam menciptakan peluang berbahaya. Situasi ini dimanfaatkan oleh Brighton untuk mengejar ketertinggalan.
Benjamin Sesko, yang mengisi lini depan, tampak kebingungan. Dikutip dari Caught Offside, Sesko tidak mencatatkan satu pun tembakan selama pertandingan. Ia juga tercatat 13 kali kehilangan bola dengan persentase akurasi umpan hanya 57 persen.
Sesko bermain selama 66 menit sebelum digantikan oleh Joshua Zirkzee. Pergantian pemain ini tidak banyak mengubah situasi serangan MU, di mana Zirkzee hanya mampu membuat satu tembakan setelah masuk.
Performa buruk Sesko tampaknya bukan menjadi satu-satunya faktor mandeknya serangan Manchester United. Minimnya pasokan bola membuat Sesko seolah terisolasi di lini depan.
Data dari WhoScored menunjukkan bahwa Manchester United hanya mampu melepaskan tujuh umpan kunci sepanjang laga, jauh lebih sedikit dibandingkan Brighton yang mencatatkan 15 umpan kunci. Bruno Fernandes, yang menjadi pemain MU dengan umpan kunci terbanyak, hanya mampu menciptakan dua umpan kunci.
Saat ini, Benjamin Sesko belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya setelah mengalami cedera sebelum musim dimulai. Ia baru mencetak dua gol di semua ajang musim ini.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.