Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menorehkan prestasi dalam penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance/GRC). Perusahaan BUMN konstruksi ini berhasil menyabet empat penghargaan sekaligus dalam ajang TOP GRC Awards 2026.
Penghargaan yang diraih mencakup tingkat perusahaan, jajaran pimpinan, hingga Dewan Komisaris. Rinciannya adalah TOP GRC Awards 2026 #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero) sendiri. Selain itu, Direktur Utama Agung Fajawanto dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2026.
Selanjutnya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Suradi meraih penghargaan The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026. Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero) juga mendapatkan apresiasi sebagai The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026.
Perolehan penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Brantas Abipraya dalam menerapkan GRC. Penerapan ini didukung oleh sistem dan infrastruktur GRC yang memadai, serta implementasi Good Corporate Governance (GCG), Manajemen Risiko, dan Kepatuhan yang terintegrasi untuk menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas penerapan GRC di seluruh tingkatan organisasi.
“Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas penerapan GRC di Brantas Abipraya sekaligus pengingat untuk terus melakukan penguatan. Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Dian mengutip keterangan resmi perusahaan, Sabtu (12/9/2026).
Dian menekankan pentingnya menempatkan penerapan GRC yang efektif sebagai bagian integral dari proses bisnis, bukan hanya sebagai fungsi pengawasan atau pelaporan semata. Integrasi yang kuat antara tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dengan proses bisnis menjadi kunci untuk memastikan setiap keputusan perusahaan diambil secara hati-hati (prudent) sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika serta peluang bisnis.
“GRC harus hadir dalam proses bisnis sejak awal. Dengan tata kelola yang kuat, pengelolaan risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan,” jelas Dian.
Pencapaian empat penghargaan ini juga merefleksikan peran krusial tone from the top dalam membangun budaya GRC yang solid. Pengakuan yang diberikan kepada Direktur Utama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta Dewan Komisaris menegaskan bahwa penguatan GRC memerlukan keterlibatan aktif dan keteladanan dari seluruh jajaran pimpinan perusahaan.
Bagi Brantas Abipraya, penguatan GRC merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang baik, serta tetap berada dalam koridor tata kelola dan kepatuhan yang ketat. Pendekatan ini mendorong GRC tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga memberikan landasan strategis dalam menentukan arah dan kualitas setiap keputusan bisnis.
Dian menambahkan bahwa penghargaan TOP GRC Awards 2026 bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah tahapan penting dalam proses perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang terus dilakukan perusahaan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.