Jurnal Indonesia — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong lonjakan permintaan chip memori yang menurut CEO SK Hynix belum dapat dipenuhi oleh kapasitas produksi global. Kwak Noh-jung memperingatkan krisis pasokan memori masih berlanjut dan memprediksi 2027 sebagai tahun terburuk bagi industri semikonduktor dari sisi kelangkaan pasokan.
Kwak juga memperkirakan permintaan akan terus melampaui kapasitas produksi pabrik bahkan hingga melewati tahun 2030, seiring tren pembangunan infrastruktur AI yang menunjukkan sedikit tanda melambat.
Permintaan Terus Meningkat
“Permintaan dari pelanggan kami terus meningkat, sementara kapasitas (produksi) kami memiliki keterbatasan,” ujar Kwak Noh-jung.
Dengan infrastruktur AI yang diperkirakan tetap berkembang dalam waktu dekat, kebutuhan terhadap memori berkinerja tinggi diprediksi terus meroket, menambah tekanan pada rantai pasokan yang sudah ketat.
Strategi Pendanaan dan Batas Waktu Realisasi
Sebagai respons, SK Hynix melakukan aksi korporasi dengan mencatatkan saham American Depositary Receipts (ADR) di bursa NASDAQ pada harga USD 149 per lembar. Perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar USD 26,5 miliar, atau sekitar Rp 430 triliun, yang akan dialokasikan untuk membangun fasilitas produksi baru dan meningkatkan kapasitas.
Namun, pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan waktu beberapa tahun. Artinya, suntikan dana ini tidak langsung menyelesaikan kelangkaan yang terjadi saat ini.
Riwayat Volatilitas Industri Memori
Industri memori memang dikenal rentan terhadap siklus boom-and-bust. Beberapa tahun sebelum ledakan tren AI, harga memori global jatuh tajam karena melemahnya permintaan untuk PC dan ponsel.
Pada awal 2023, kondisi pasar memori begitu parah hingga perusahaan seperti Micron melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 15% karyawannya. Saat itu saham Micron diperdagangkan di kisaran USD 55 per lembar.
Hanya beberapa tahun kemudian, permintaan dari sektor AI mendorong lonjakan harga saham—tercatat saham Micron pernah meroket melewati angka USD 930 per lembar karena pesanan dari perusahaan AI.
Simak Video “Whale Cloud Bicara Transformasi Bisnis di Era AI pada BRAVO 500 Summit 2026”
Ikuti Jurnal Indonesia
