— Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (17/8/2026). Tiga indeks utama AS tercatat terkoreksi di tengah investor yang mencermati perkembangan kebijakan ekonomi dan dinamika pasar global.

Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,51 persen ke posisi 53.459,78. Indeks S&P 500 juga melemah 0,52 persen ke angka 7.745,06, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,32 persen menjadi 26.644,91.

Menyikapi pergerakan global tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Proyeksi menunjukkan level support berada di kisaran 6.200-6.280, dengan area resistance penting pada 6.400-6.455.

Saat ini, IHSG masih menunjukkan struktur bullish jangka pendek dan mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan harga 20 hari (MA 20). Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji level 6.455.

“Breakout di atas 6.455 akan menjadi konfirmasi penguatan lanjutan dengan target berikutnya di 6.568-6.716,” ungkap analis BRI Danareksa Sekuritas dalam keterangannya pada Selasa pagi.

Perhatian pelaku pasar pada pekan ini akan terpusat pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau FOMC Minutes. Dokumen ini penting untuk melihat arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor untuk perdagangan Selasa. Rekomendasi tersebut mencakup saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Ketiga saham tersebut masuk dalam daftar rekomendasi harian dengan strategi swing trade. Masing-masing saham dilengkapi area beli, target jual, dan batas kerugian yang perlu diperhatikan investor.

Untuk saham HRTA, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan area beli pada level Rp 2.100-Rp 2.150, dengan target jual di Rp 2.230-Rp 2.350. Batas kerugian ditetapkan apabila harga turun di bawah Rp 2.000.

Saham SRTG direkomendasikan untuk dibeli pada area Rp 1.780-Rp 1.840. Target jual saham SRTG berada pada posisi Rp 1.870-Rp 1.915, sedangkan batas kerugiannya di bawah Rp 1.750.

Sementara itu, saham INDY memiliki area beli pada level Rp 2.470-Rp 2.560. BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target jual pada level Rp 2.630-Rp 2.710, dengan batas kerugian apabila harga turun di bawah Rp 2.320.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026) sebesar 1,59 persen ke level 6.401,89. Penguatan ini didukung sentimen positif dari pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang menargetkan defisit anggaran lebih rendah, yakni 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2027 juga turut menjadi katalis positif. Penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp 17.827 per dollar AS juga menopang sentimen pasar.

Namun, investor tetap mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi domestik sebagai faktor penentu arah IHSG selanjutnya.