Jurnal Indonesia — Mantan pemain Liverpool, Danny Murphy, mengungkapkan pandangannya mengenai performa dua bek sayap anyar klub tersebut, Milos Kerkez dan Jeremie Frimpong. Menurutnya, kedua pemain yang didatangkan pada bursa transfer musim panas 2025 itu belum mampu memenuhi ekspektasi.
Kerkez dan Frimpong ditebus dengan total biaya mencapai 80 juta paun. Namun, hingga kini, keduanya dinilai masih kesulitan untuk berintegrasi dengan lini serang Liverpool, yang berakibat pada belum maksimalnya kontribusi mereka dalam membangun serangan.
Lebih lanjut, Murphy menyoroti akurasi umpan silang serta pengambilan keputusan akhir dari kedua bek sayap tersebut yang dianggap masih kurang. Hal ini, menurutnya, kerap dimanfaatkan oleh tim lawan untuk memotong aliran bola dan melancarkan serangan balik.
Danny Murphy secara spesifik membandingkan performa Kerkez dan Frimpong dengan pendahulu mereka di posisi bek kiri dan kanan, yakni Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson. Ia berpendapat bahwa kedua rekrutan baru tersebut belum bisa menyamai level permainan yang pernah ditunjukkan oleh Alexander-Arnold dan Robertson.
“Mereka mendatangkan dua bek sayap yang tidak sebaik Trent dan Robertson. Saya pikir mereka cukup baik dalam bertahan, tidak brilian sih, tetapi cukup baik,” ujar Murphy, mengutip dari TalkSPORT.
Murphy menambahkan bahwa tim-tim terbaik di Eropa seringkali mengandalkan bek sayap yang piawai dalam penguasaan bola. Hal ini penting ketika tim lawan menutup ruang di area tengah lapangan, sehingga bek sayap dapat memanfaatkan lebar lapangan.
“Dalam posisi menyerang, tim-tim terbaik memiliki bek sayap yang sangat bagus dalam menguasai bola karena tim-tim lawan menutup ruang di tengah lapangan, sehingga ruangnya menjadi lebar,” jelas Murphy.
“Bek sayap Liverpool mendapatkan banyak penguasaan bola, tapi Frimpong serta Kerkez tidak memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan lawan,” tutupnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.