— Sejumlah warga melaporkan kedatangan orang yang mengaku sebagai petugas sensus ke rumah atau tempat usaha. Pemeriksaan lapangan ini memang bagian dari program sensus yang dijadwalkan tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan melibatkan kunjungan langsung ke rumah-rumah dan lokasi usaha di berbagai wilayah.

Tujuan Kunjungan Petugas

Petugas sensus bertugas mencatat data dasar tentang kegiatan usaha serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Pendataan ini difokuskan pada seluruh pelaku usaha nonpertanian, baik perorangan maupun badan usaha.

Informasi yang dihimpun akan digunakan untuk menyusun peta ekonomi nasional, analisis sektoral menurut skala usaha dan wilayah, serta kajian tema tertentu seperti ekonomi digital dan lingkungan. Data juga menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis.

Siapa Saja Yang Jadi Sasaran

Sasaran pendataan mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari usaha rumahan, usaha online, pertokoan, hingga perusahaan besar. Pendataan menyasar pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia.

Ciri-ciri Petugas Resmi

Untuk membedakan petugas resmi dari oknum yang mengatasnamakan sensus, perhatikan identitas dan atribut yang dibawa. Petugas resmi memiliki beberapa ciri khas.

  • Mengenakan atribut atau rompi bertanda Sensus Ekonomi 2026.
  • Membawa surat tugas resmi dari BPS.
  • Memiliki kartu identitas atau tanda pengenal petugas resmi.
  • Mengadakan wawancara dan mencatat data terkait kegiatan usaha.
  • Bersikap sopan, profesional, dan menjaga kerahasiaan data responden.

Apa yang Perlu Dilakukan Saat Didatangi

Jika petugas telah menunjukkan identitas dan surat tugas resmi, warga diminta menerima kunjungan dan menjawab pertanyaan sesuai kondisi usaha secara jujur.

Jika masih ragu, mintalah petugas memperlihatkan kartu identitas dan surat tugas dari BPS sebelum proses pendataan dimulai. Langkah ini membantu memastikan keaslian petugas yang datang.

Partisipasi masyarakat selama periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 penting agar data yang dikumpulkan akurat dan dapat digunakan untuk berbagai kebijakan ekonomi.