Jurnal Indonesia — Dinas Perhubungan Kota Bogor menonaktifkan sementara dua titik bus stop Biskita di Jalan Raya Tajur-Ciawi. Langkah ini diambil setelah adanya penolakan dari sopir angkutan kota yang memprotes penambahan titik pemberhentian.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Doddy Wahyudin, mengatakan penonaktifan itu bersifat sementara untuk menjaga kondusivitas di lapangan dan menindaklanjuti aspirasi pengemudi angkot trayek 21.
Penonaktifan Dua Titik
Doddy menyatakan ada delapan titik bus stop yang dibangun di sepanjang Jalan Raya Tajur untuk melayani penumpang Biskita di Koridor 2 dengan trayek Bubulak-Ciawi. Dari delapan titik tersebut, dua lokasi diputuskan dinonaktifkan sementara.
“Betul, ada dua titik bus stop yang kita nonaktifkan dulu, untuk sementara,” ujar Doddy Wahyudin, Jumat (3/7/2026).
Titik Yang Dikurangi
Menurut Doddy, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan mengakomodasi permintaan pengemudi angkot untuk menonaktifkan dua titik, yakni Wangun dan Biotrop. Keputusan itu belum mencakup permintaan penonaktifan seluruh delapan titik.
“Dari sejumlah tuntutan yang disampaikan terkait penonaktifan 8 bus stop, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan hanya mengakomodasi dua titik bus stop (dinonaktifkan), yaitu Wangun dan Biotrop,”
Protes Sopir Angkot
Sebelumnya, puluhan pengemudi dan pemilik angkot mendatangi kantor Dishub Kota Bogor untuk menyampaikan keberatan. Demonstrasi melibatkan sekitar 100-an pengemudi yang menuntut delapan bus stop yang terpasang beberapa bulan terakhir dinonaktifkan.
Dalam pernyataannya pada Senin (29/6/2026), Kepala Bidang Angkutan yang disebut sebagai Dody Wahyudin mengatakan pihaknya telah mengaktifkan sekitar 85 bus stop, termasuk di koridor 2 yang dilintasi trayek angkot 21. Para pengemudi mengeluhkan penurunan pendapatan sejak bertambahnya titik pemberhentian.
“Jadi Dishub sudah mengaktifkan sekitar 85 bus stop termasuk salah satunya di koridor 2 di lintasan trayek 21. Mereka menuntut terkait dengan bertambahnya bus stop ini, pendapatan mereka menurun drastis,”
Ikuti Jurnal Indonesia
