Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), salah satu unit bisnis dari Grup Sinar Mas, diprediksi akan tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Proyeksi ini didukung oleh ketersediaan kas perusahaan yang mencapai Rp2 triliun dan fundamental bisnis yang dinilai kokoh, terutama dengan berkembangnya bisnis pusat data atau data center (DC) di Indonesia.
Berdasarkan catatan riset dari RHB Sekuritas, Greenland International Industrial Center (GIIC), kawasan industri yang dikembangkan oleh DMAS, memiliki rencana strategis untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 993 megavolt ampere (MVA). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai lokasi utama bagi industri data center.
RHB Sekuritas mengamati adanya pergeseran fokus bisnis DMAS. Jika pada tahun 2021 sekitar 58% dari total pendapatan perseroan masih berasal dari sektor otomotif, yang didominasi oleh kontribusi dari Astra Honda dan Hyundai, tren tersebut telah berubah signifikan. Pada semester I-2026, porsi pendapatan dari pemain data center melonjak hingga 94%. Hal ini didorong oleh pembelian lahan seluas 55 hektare oleh pemain data center, termasuk Digital Gayanan seluas 24 hektare, Indoedge seluas 9 hektare, dan STT GDC seluas 7 hektare.
Lonjakan penjualan lahan kepada pemain data center ini berdampak pada sisa lahan yang tersedia. RHB mencatat bahwa proyeksi laba bersih untuk tahun 2027 dipangkas sebesar 70%, sementara proyeksi untuk tahun 2028 diperkirakan stagnan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya cadangan lahan (land bank) yang kini tersisa sekitar 60 hektare.
Proyeksi Dividen dan Target Harga Saham
RHB Sekuritas menekankan bahwa kekuatan utama DMAS saat ini bukan lagi semata-mata dari penjualan lahan, melainkan juga dari penyediaan infrastruktur kelistrikan. Pemanfaatan kapasitas pembangkit listrik yang dimiliki DMAS saat ini telah mencapai 80%, dan pasokan tersebut didistribusikan kepada para pemain data center yang berlokasi di lahan seluas 300 hektare.
Terkait pembagian dividen, RHB mencatat bahwa untuk tahun buku 2025, DMAS telah membagikan dividen sebesar Rp16,5 per saham. Angka ini mencerminkan rasio dividen sebesar 99% dengan yield 9%. Untuk tahun buku 2027, dividen diproyeksikan mencapai Rp30 per saham, dengan rasio dividen 95% dan estimasi yield 15% jika dihitung dari harga saham saat ini.
Berdasarkan analisis tersebut, rekomendasi saham DMAS telah disesuaikan dari ‘buy’ menjadi ‘neutral’. Target harga yang ditetapkan adalah Rp190 per saham, yang berarti terdapat diskon 45% dari Nilai Aset Bersih (NAV). Pada saat pemberitaan ini dibuat, saham DMAS diperdagangkan di level Rp193.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.