Jurnal Indonesia — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Inggris. Kevin Keegan, sosok legendaris Liverpool dan mantan pelatih Timnas Inggris, dilaporkan meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Menurut laporan The Athletic, kepergian Keegan disebabkan oleh penyakit kanker yang telah dideritanya sejak Januari lalu. Penyakit ini terdeteksi tak lama setelah Keegan mengalami kecelakaan mobil pada tahun sebelumnya. Pada bulan Mei, Keegan sempat mengungkapkan bahwa kankernya telah mencapai stadium keempat, yang berarti peluang hidupnya semakin menipis.
Meninggalnya Keegan tentu menjadi pukulan berat bagi sepak bola Inggris, mengingat kontribusinya yang luar biasa baik sebagai pemain maupun pelatih. Perjalanan karier sepak bolanya dimulai pada tahun 1968 bersama Scunthorpe United. Namanya mulai bersinar terang saat membela Liverpool pada era 1970-an.
Selama berseragam Liverpool sejak 1961, Keegan berhasil mencetak 100 gol dari 323 penampilan. Ia juga turut mempersembahkan tiga gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions pada tahun 1977. Setelah itu, Keegan sempat melanjutkan kariernya di Jerman bersama Hamburg selama tiga tahun sebelum kembali ke Inggris pada tahun 1980.
Di Inggris, Keegan sempat memperkuat Southampton dan Newcastle United sebelum akhirnya memutuskan pensiun di klub Blacktown City pada tahun 1985. Setelah gantung sepatu, Keegan beralih profesi menjadi pelatih. Karier kepelatihannya dimulai pada tahun 1992 di Newcastle United, namun ia harus meninggalkan klub tersebut pada Januari 1997 setelah dipecat. Ia kemudian melatih Fulham, Manchester City, dan kembali lagi ke Newcastle United.
Newcastle United menjadi klub terakhir yang dilatihnya pada September 2008. Sementara itu, Keegan juga sempat memegang kemudi Timnas Inggris. Ia menjabat sebagai pelatih kepala dari 18 Februari 1999 hingga 7 Oktober 2000, dengan catatan tujuh kemenangan dan empat kekalahan dari 18 pertandingan yang dijalani.
Prestasi individu Keegan tidak bisa diremehkan. Ia berhasil meraih dua penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1978 dan 1979, menjadikannya salah satu pemain terbaik di masanya.
Ikuti Jurnal Indonesia
