Jurnal Indonesia — Penawaran umum perdana (IPO) SpaceX yang memecahkan rekor mengangkat nilai kepemilikan pribadi pendiri sekaligus CEO Elon Musk hingga lebih dari USD 1 triliun. Pencatatan saham perdana yang sukses itu juga menciptakan gelombang kekayaan baru bagi sejumlah pemegang saham dan eksekutif perusahaan.
Pergerakan harga saham pasca-IPO sempat mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui beberapa raksasa teknologi, sebelum kembali turun. Data dari FactSet yang dipantau perusahaan pelacak saham menunjukkan ada beberapa pemegang saham dengan nilai kepemilikan melampaui angka miliaran dolar.
Daftar Pemegang Saham Bernilai Miliaran
Berikut beberapa pihak yang tercatat memiliki kepemilikan besar di SpaceX menurut pemantauan data tersebut:
Valor Equity Partners — Nilai kepemilikan tercatat sekitar USD 96,6 miliar, dan sebagian besar kepemilikan tersebut dimiliki oleh klien-klien firma. Pendiri dan CEO Valor, Antonio Gracias, duduk di dewan direksi SpaceX.
Luke Nosek — Salah satu pendiri awal yang bekerja bersama Musk, Nosek tercatat memiliki kepemilikan di SpaceX senilai sekitar USD 6,3 miliar. Ia juga dikenal sebagai pendiri firma modal ventura dan memiliki rekam jejak di sejumlah usaha teknologi.
Gwynne Shotwell — Sebagai presiden dan Chief Operating Officer, Shotwell termasuk salah satu karyawan awal yang memimpin operasional harian SpaceX. Kepemilikan sahamnya diperkirakan bernilai USD 2,4 miliar.
“Saya merasa hadir di sana sebagai mitra untuk membantu Musk menyelesaikan hal-hal yang perlu diselesaikan, dan saya cenderung berfokus pada operasional bisnis sehari-hari, sementara dia berfokus pada strategi tingkat tinggi, sekaligus terjun sangat dalam ke ranah teknis,” kata Shotwell.
Nathan Silvernail, mantan karyawan SpaceX, menambahkan Shotwell bertanggung jawab membangun hubungan dengan klien dan menutup kontrak, sementara Musk menetapkan visi perusahaan.
Bret Johnsen — Menjabat sebagai Chief Financial Officer sejak 2011, Johnsen bertanggung jawab atas strategi dan operasional keuangan perusahaan. Kepemilikan sahamnya dilaporkan bernilai sekitar USD 1,2 miliar.
Ikuti Jurnal Indonesia
