Jurnal Indonesia — JAKARTA – Enzo Maresca menyadari sepenuhnya tekanan besar yang dihadapinya sebagai suksesor Pep Guardiola di Manchester City. Ia kini berada di bawah bayang-bayang kesuksesan sang mentor yang telah membawa klub meraih berbagai gelar prestisius.
Penunjukan Maresca sebagai pengganti Guardiola menjadi babak baru bagi Manchester City, menandai perubahan manajerial pertama klub setelah satu dekade. Mengambil alih tongkat estafet dari sosok sekaliber Guardiola tentu menjadi tantangan yang luar biasa, terutama bagi Maresca yang pengalamannya menangani klub papan atas masih tergolong minim.
Sebelumnya, Maresca hanya menjabat selama 1,5 musim di Chelsea, disusul periode singkat bersama Parma dan Leicester City. Namun, rekam jejak Manchester City dalam hal stabilitas manajerial menjadi salah satu faktor yang membuatnya bisa bekerja dengan tenang.
“Klub ini hanya memiliki tiga manajer dalam 17 tahun terakhir. Ini bukan hal yang normal, jadi ini adalah salah satu alasan mengapa saya merasa percaya diri bahwa kami dapat bekerja dengan baik dan melanjutkan kinerja yang telah dibangun selama bertahun-tahun ini,” ujar Maresca, seperti dikutip dari The Guardian.
Ia menambahkan, “Roberto Mancini pernah di sini, kemudian Manuel Pellegrini, dan setelah itu Pep yang menangani selama 10 tahun.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.