— Riyadh – Liga Arab Saudi tengah menjadi sorotan menyusul insiden provokasi yang melibatkan nama almarhum Diogo Jota. Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF) menyatakan akan segera melakukan investigasi terhadap kasus ini.

Peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi saat Al Hilal meraih kemenangan telak 6-0 atas Al Taawoun di kandang tim tuan rumah pada Sabtu (12/9/2026). Gelandang Al Hilal, Ruben Neves, menjadi sasaran perlakuan tidak pantas dari sebagian suporter Al Taawoun.

Para suporter Al Taawoun dilaporkan meneriakkan nama ‘Jota, Jota’ untuk mengolok-olok Neves. Chant tersebut merujuk pada Diogo Jota, sahabat dekat Ruben Neves yang meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil pada tahun 2025.

Neves dilaporkan terkejut dengan aksi olok-olok yang membawa nama Jota. Sebagai respons, ia sempat mengacungkan jarinya ke arah penonton.

Tidak hanya Neves yang mengecam aksi tersebut, bintang Al Nassr sekaligus kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, juga turut mengutuk tindakan yang dianggap memalukan itu. Al Hilal, sebagai klub yang dibela Neves, juga telah menyampaikan protes resmi kepada SAFF terkait perilaku suporter tim lawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, SAFF menegaskan akan melakukan penyelidikan mendalam dan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku chant provokatif tersebut. SAFF menekankan bahwa tindakan semacam itu telah mencederai prinsip sportivitas dalam dunia sepakbola.

“SAFF dan SPL mengecam tindakan yang menggunakan tragedi seseorang untuk provokasi dan kami tidak menolerir sama sekali tindakan seperti itu sepakbola. Keputusan akan dikeluarkan setelah proses penyelidikan selesai,” demikian pernyataan resmi SAFF.