Jurnal Indonesia — Barcelona – Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, melontarkan klaim mengejutkan dengan membandingkan pencapaian trofinya di usia muda dengan dua legenda sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Yamal merasa koleksi gelarnya saat ini melampaui apa yang diraih kedua bintang tersebut pada usia yang sama.
Sejak debut bersama tim senior Barcelona pada tahun 2023 di usia 16 tahun, Yamal telah mengumpulkan sejumlah gelar bergengsi. Ia tercatat telah meraih tiga gelar LaLiga, satu Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol. Selain itu, Yamal juga telah mencatatkan 56 gol dari 157 penampilan untuk klub Catalan tersebut.
Performa impresif Yamal tidak hanya terlihat di level klub. Di Tim Nasional Spanyol, ia telah menjelma menjadi pemain andalan dengan 33 penampilan dan mencetak tujuh gol. Kontribusinya juga berperan penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.
Berkat pencapaian luar biasa di usia belia, Yamal digadang-gadang akan menjadi bintang besar di masa depan dan diprediksi mampu menggantikan peran Ronaldo serta Messi. Bahkan, namanya santer disebut sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or tahun ini.
Yamal menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini membuktikan bahwa dirinya layak disejajarkan dengan Ronaldo dan Messi. Ia secara terbuka menyatakan bahwa kedua superstar sepak bola tersebut tidak memiliki pencapaian yang sebanding dengannya di usia yang sama.
Sebagai perbandingan, Cristiano Ronaldo baru merasakan trofi liga pertamanya pada usia 21 tahun ketika Manchester United menjuarai Liga Inggris musim 2026/2027. Sebelumnya, ia sempat gagal di final Euro 2004 bersama Portugal saat usianya baru menginjak 17 tahun.
Sementara Lionel Messi meraih trofi pertamanya di usia 17 tahun saat Barcelona menjadi juara LaLiga musim 2024/2025. Namun, pada periode tersebut, Messi belum menjadi pemain inti dan namanya baru benar-benar bersinar saat Pep Guardiola mengambil alih kepelatihan pada tahun 2008. Di level internasional, Messi baru berhasil mempersembahkan trofi pertama untuk Argentina pada tahun 2021 setelah melalui beberapa kali kegagalan.
“Ada banyak pemain hebat seperti Messi, Cristiano, dan Maradona. Tapi saya rasa belum pernah ada pemain yang meraih banyak trofi bergengsi di usia sangat muda. Memang ada Pele, tapi untuk saat ini rasanya tidak ada,” ujar Yamal kepada Movistar.
Lebih lanjut, Yamal menanggapi persepsi bahwa dirinya terkesan angkuh. “Orang-orang punya pikiran (Yamal angkuh) karena saya sudah meraih gelar, apakah saya akan mencoba santai sesekali? tidak. Saya tahu saya bisa melakukan banyak hal agar dikenang dalam sejarah,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.