Jurnal Indonesia — JAKARTA – Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan industri pasar modal Indonesia. Kali ini, ia memborong 30 juta lembar saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV).
Sebelumnya, Boy Thohir telah terafiliasi dengan emiten ini melalui kepemilikan di PT Trinugraha Thohir sebesar 2,25% dan PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
Dalam keterangannya, Boy menegaskan bahwa pembelian saham ini merupakan bentuk keyakinan terhadap fundamental perusahaan dan kinerja positif MGLV. Langkah ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pasar modal nasional.
“Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan,” kata Boy, Rabu (9/9/2026).
Ia menambahkan, perkembangan ekonomi digital, peningkatan adopsi layanan cloud computing, artificial intelligence (AI), serta percepatan transformasi digital di berbagai sektor telah mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data yang andal, aman, dan berkapasitas tinggi.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi untuk memperkuat peran institusi pasar modal Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan partisipasi investor domestik. Menurutnya, banyaknya investor domestik di pasar saham akan menguatkan ketahanan pasar modal ketika investor asing melakukan net sell.
“Ini juga bentuk dukungan agar tercipta stabilitas di pasar modal, terutama pasar saham, di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.
Sebelumnya, pasar telah merespons positif arah strategis baru MGLV di sektor infrastruktur teknologi masa depan. Langkah pivot bisnis MGLV kian menyedot perhatian investor institusi (smart money) seiring terhubungnya emiten ini dengan jaringan bisnis pengusaha nasional Garibaldi ‘Boy’ Thohir.
Keterlibatan ekosistem Trinugraha Thohir yang bersinergi dengan entitas pengendali baru MGLV, PT Nextier Datamate Center (NDC), serta jajaran manajemen yang diperkuat oleh Glenn Sugita, dinilai menjadi katalis utama di balik melesatnya valuasi MGLV di bursa.
Sinergi ini membawa misi besar untuk mengintegrasikan potensi pasokan energi nasional dengan kapasitas komputasi canggih. Melalui entitas anak, NDC (NexAI Digital Center), MGLV kini berfokus penuh pada penyediaan infrastruktur data center yang dirancang khusus untuk menopang komputasi Artificial Intelligence (AI).
Langkah ini dinilai sebagai respons tepat waktu atas melonjaknya permintaan pemrosesan data berkecepatan tinggi di Asia Tenggara. Manajemen menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan pasokan energi dengan infrastruktur digital modern.
Manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi BEI menyatakan, “Perseroan memandang bahwa kondisi tersebut menciptakan peluang usaha yang prospektif untuk mengembangkan kegiatan usaha yang selaras dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi, sehingga diharapkan dapat mendukung diversifikasi usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperkuat pertumbuhan usaha Perseroan secara berkelanjutan.”
Dalam pelaksanaan kegiatan usaha tersebut, MGLV berencana mengembangkan fasilitas high-density data center yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data, termasuk untuk mendukung layanan cloud computing, artificial intelligence (AI), serta kebutuhan infrastruktur digital lainnya.
Pengembangan kegiatan usaha di bidang data center ini diyakini akan mendukung pertumbuhan usaha Perseroan dalam jangka panjang dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta para pemangku kepentingan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.