Jurnal Indonesia — Kekalahan telak 0-3 Chelsea dari Brentford dalam lanjutan Liga Inggris menuai kritik pedas dari mantan pemainnya, Gary Cahill. Ia menyoroti kerapuhan lini pertahanan The Blues yang dinilainya semakin parah.
Dalam pertandingan yang digelar Sabtu (19/9) dini hari WIB, Chelsea kembali menunjukkan performa buruk di lini belakang. Tim asal London ini tercatat telah kebobolan 12 kali dalam lima pertandingan terakhir, dan melanjutkan rekor 21 laga beruntun tanpa mencatat *clean sheets* di liga, meskipun telah merekrut sejumlah bek dan kiper baru.
Gary Cahill, yang pernah berseragam Chelsea, tidak ragu memberikan penilaiannya. Menurutnya, pertahanan tim saat ini menunjukkan unsur kerapuhan, terutama saat menghadapi situasi bola mati. “Ada unsur kerapuhan di sana, khususnya ketika menghadapi bola mati,” ujar Cahill dilansir dari Sky Sports.
Cahill menambahkan kekhawatiran bahwa para pemain Chelsea bisa saja mengembangkan pola pikir negatif saat menghadapi bola mati. “Jangan sampai mereka punya pola pikir ketika menghadapi bola mati, ‘kebobolan lagi deh’,” tuturnya.
Lebih lanjut, Cahill menilai cara bertahan Chelsea terlalu lunak sehingga gawang mereka mudah ditembus. “Saat ini sikap mereka lunak ketika bertahan, karena Anda bisa melihat bagaimana mereka bisa kebobolan. Bek-beknya terlihat lesu setelah kebobolan, rasanya menyakitkan, sungguh,” ungkapnya.
Mantan bek yang pernah meraih dua gelar Premier League bersama Chelsea ini memberikan saran agar tim segera bangkit. “Satu-satunya cara untuk keluar dari situasi ini adalah dengan bekerja keras bersama, memastikan tim lebih sulit ditembus lawan, dan bermain lebih tanpa ampun,” tutupnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.