Jurnal Indonesia — New York – Gelandang muda Spanyol, Gavi, secara mengejutkan meminta agar Leandro Paredes tidak dikenai sanksi tambahan usai insiden pembantingan yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026. Gavi menganggap tindakan tersebut wajar terjadi dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Spanyol berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0. Gol kemenangan La Furia Roja dicetak oleh Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium, AS, pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Usai peluit panjang berbunyi, sempat terjadi keributan antar pemain di lapangan. Gavi menjadi salah satu pihak yang terlibat ketika ia berusaha melerai perseteruan antara Leandro Paredes dan Eric Garcia. Namun, gelandang berusia 20 tahun itu justru dibanting ke tanah oleh Paredes.
Insiden ini terjadi ketika Gavi mencoba mendekati Paredes yang sedang terlibat ketegangan dengan Eric Garcia. Gavi, yang saat itu mengenakan rompi pemain cadangan, langsung dijatuhkan oleh Paredes. Rompi yang dikenakannya bahkan dilaporkan sampai robek akibat insiden tersebut.
Leandro Paredes tidak mendapatkan kartu hukuman dari wasit atas tindakannya tersebut. Akan tetapi, dilaporkan bahwa FIFA akan melakukan investigasi terhadap insiden tersebut, yang berarti gelandang berusia 32 tahun itu masih berpeluang menerima sanksi.
Meskipun demikian, Gavi justru berpendapat lain. Ia secara tegas menyatakan tidak ingin Paredes mendapatkan hukuman tambahan. Menurutnya, hal-hal seperti itu merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang penuh agresivitas.
“Tidak, tidak. Sejujurnya, saya rasa mereka tidak seharusnya menghukumnya. Saya mengerti itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi saya pikir ada juga sisi sepak bola yang sedikit lebih agresif,” ujar Gavi kepada Cope.
Gavi menambahkan, “Mungkin hal yang paling logis bagi saya adalah mengeluarkannya selama pertandingan dan itu saja. Tetapi seperti yang saya katakan, pada akhirnya saya pikir itu semua wajar di sepak bola dan harus selalu seperti itu.”
Ikuti Jurnal Indonesia
