Jurnal Indonesia — PT Hanwha Life Insurance mencatatkan realisasi premi sebesar Rp172,29 miliar hingga semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 18,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp144,96 miliar. Pencapaian tersebut setara dengan 53% dari target pendapatan premi perusahaan untuk tahun ini.
Selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, Hanwha Life telah melayani satu juta nasabah dan memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka dari Korea Selatan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnisnya, sembari meningkatkan kualitas produk dan layanan bagi masyarakat Indonesia.
Kim Si Jun, CFO Hanwha Life Indonesia, menyatakan bahwa pendapatan premi Hanwha Life diproyeksikan terus tumbuh secara konsisten. Pada tahun 2025, Hanwha Life membukukan pendapatan premi Rp295,15 miliar, meningkat 16,7% dari Rp252,95 miliar pada tahun 2024. Untuk tahun 2026, Hanwha Life menargetkan pendapatan premi sebesar Rp322,80 miliar.
“Tahun ini, Hanwha Life berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus tersebut telah membuahkan hasil yang konkret,” ujar Kim dalam keterangan resminya pada Selasa (8/9/2026).
Kim menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis ini didukung oleh penguatan fundamental perusahaan. Hal ini mencakup tata kelola perusahaan yang baik, efisiensi operasional, disiplin dalam underwriting, optimalisasi portofolio bisnis, serta manajemen risiko dan solvabilitas yang solid. Penguatan ini telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak eksternal.
Hanwha Life baru saja menerima Indonesia Regulatory Compliance Award 2026 dari HukumOnline.com pada 22 Mei 2026, diikuti oleh Indonesia Excellence GCG Awards 2026 dari Warta Ekonomi pada 30 Juni 2026.
Kekuatan fundamental perusahaan juga tercermin dalam kinerja finansialnya. Pada semester I-2026, Hanwha Life mencatat total aset sebesar Rp2,19 triliun. Rasio kecukupan modal (RBC) perusahaan mencapai 1.958,03%, jauh melampaui ambang batas 120% yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada tahun 2025, total aset Hanwha Life adalah Rp2,14 triliun dengan RBC 1.241,32%.
Kim menegaskan komitmen Hanwha Life untuk terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan risiko, dan ketahanan finansial. Perseroan juga berdedikasi untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk nasabah, karyawan, agen, tenaga pemasar, dan mitra bisnis.
“Tahun ini, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi akan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan Hanwha Life,” jelasnya.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Hanwha Life, yang sebelumnya telah diakui sebagai Best Life Insurance 2025 oleh Media Asuransi dan masuk dalam daftar 15 Asuransi Jiwa Terbaik dan Terkuat Indonesia 2023 versi CNBC Indonesia Ratings, menjalankan tiga strategi utama sepanjang tahun 2026.
Strategi pertama berfokus pada peningkatan standar layanan, baik bagi nasabah maupun tenaga pemasar, melalui optimalisasi digital. Transformasi ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih cepat, mudah, dan konsisten bagi seluruh pemangku kepentingan. Hanwha Life terus mengembangkan kapabilitas aplikasi dan integrasi kanal digital di berbagai titik interaksi, mulai dari pengajuan polis, layanan klaim, hingga dukungan bagi agen dan tenaga pemasar.
Selain itu, perusahaan memperluas implementasi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kerja dan layanannya. Pemanfaatan AI mencakup dukungan produktivitas tenaga pemasar melalui AI FA, serta penerapannya di fungsi bisnis seperti underwriting dan klaim untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi proses.
Strategi kedua adalah menghadirkan produk yang semakin beragam untuk melayani berbagai segmen nasabah sesuai kebutuhan, kemampuan, dan profil masing-masing. Saat ini, Hanwha Life menawarkan beragam produk, termasuk asuransi tradisional, produk berbasis investasi, perlindungan kesehatan dan penyakit kritis, proteksi jangka panjang, hingga produk asuransi digital. Salah satu produk unggulan yang baru diluncurkan adalah Hanwha Tropical Shield, yang memberikan perlindungan terhadap penyakit tropis seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
Strategi ketiga, Hanwha Life terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai partner dan institusi, seperti sektor perbankan, institusi keuangan, dan komunitas. Tujuannya adalah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan penetrasi produk asuransi.
Dengan kombinasi fundamental bisnis yang kuat, inovasi produk yang berkelanjutan, dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, Hanwha Life optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.