— Situasi di Timur Tengah memanas menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap sejumlah milisi pro-Iran di Irak. Kedua negara menyebut serangan ini sebagai balasan atas tindakan Irak yang sebelumnya membidik pasukan AS dan fasilitas minyak Arab Saudi menggunakan drone.

Serangan gabungan ini terjadi setelah otoritas Saudi berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak di Saudi Timur. Otoritas Saudi juga menyalahkan kelompok-kelompok pendukung Iran di Irak atas serangan tersebut.

Sedikitnya 20 anggota bekas aliansi paramiliter pro-Iran atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Iran dilaporkan menjadi korban dalam serangan gabungan yang dilakukan pada Rabu (29/6/2026). Peristiwa ini menyebabkan harga minyak dunia kembali bergejolak pada perdagangan hari yang sama.

Minyak mentah berjangka Brent melonjak 7,9% dan ditutup pada harga US$ 90,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 6,6% dan menetap di harga US$ 84,46 per barel.

Di berita lain, seorang balita berusia 2 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penculikan. Balita tersebut dibawa kabur oleh tiga tersangka karena diduga terkait utang arisan online yang menjerat ibunya. Balita itu telah ditemukan di Kabupaten Pangkep, dan ketiga tersangka, dua perempuan (SS & NH) dan satu laki-laki (SD), telah diamankan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana menjelaskan bahwa aksi pelaku dipicu oleh persoalan arisan. Berdasarkan pengakuan sementara, orang tua korban diduga tidak mampu mengembalikan uang arisan yang nilainya mencapai kurang lebih Rp 300 juta.

Sementara itu, di Bali, seorang Warga Negara Asing (WNA) bernama Sergey Melnikov, yang merupakan admin grup WhatsApp “Garage Sales in Amed”, mengeluarkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dari grup tersebut. Alasannya adalah untuk menciptakan kenyamanan bagi para ekspatriat. Tindakan ini memicu perdebatan dan kritik publik.

Kasus ini diungkap oleh konten kreator asal Italia, Christian Giacobbe, melalui video di akun Instagram pribadinya. Ia membongkar dugaan praktik eksklusif yang dinilai diskriminatif terhadap WNI. Peristiwa ini menambah daftar kontroversi terkait perlakuan eksklusif sejumlah WNA di Bali.