Jurnal Indonesia — PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), emiten perhiasan emas, berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Langkah ini akan melibatkan penerbitan sebanyak 460,52 juta saham baru.
Jika harga private placement disamakan dengan harga penutupan saham HRTA pada Rabu, 9 September 2026, yaitu Rp2.260 per saham, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar hingga Rp1,04 triliun. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.
Manajemen HRTA menyatakan bahwa pelaksanaan private placement merupakan bagian dari strategi penguatan struktur permodalan dan peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan. Seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha, perseroan membutuhkan struktur modal yang lebih kokoh untuk menjaga stabilitas keuangan, memperluas kapasitas pendanaan, dan memperbaiki rasio keuangan yang relevan.
Penguatan struktur modal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan perusahaan terhadap dinamika industri serta mendukung strategi pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui langkah ini, perseroan berupaya memperkuat fondasi keuangan sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Pelaksanaan private placement ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen Hartadinata yang dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.