— Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Perkiraan pergerakan IHSG hari ini berada dalam rentang resistance 6.700, pivot 6.600, dan support 6.500.

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas tetap merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan. Salah satu saham yang menjadi sorotan adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Sebelumnya, IHSG ditutup pada level 6.589,34 pada hari Kamis, mengalami penurunan sebesar 1,33%. Padahal, indeks sempat menunjukkan penguatan hingga menyentuh 6.712 di awal sesi perdagangan.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mengamati bahwa IHSG kini berada di bawah level Moving Average (MA) 5 dan MA10. Indikator MACD dan Stochastic RSI juga terpantau membentuk Death Cross. Kondisi ini diperkirakan akan membuat IHSG menguji level MA20 yang berada di angka 6.525.

“Jika level tersebut tertembus, IHSG hari ini berpeluang menguji level support selanjutnya di kisaran 6.400-6.460,” demikian tertulis dalam riset Phintraco Sekuritas pada Jumat (11/9/2026).

Phintraco Sekuritas juga menyoroti data penjualan ritel di Indonesia yang menunjukkan pemulihan. Penjualan ritel tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,1% secara tahunan (YoY) pada Juli 2026, setelah mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Pemulihan ini didukung oleh peningkatan pada sektor makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,4% (sebelumnya -3,6%), serta sektor pakaian yang tumbuh 2,8% (sebelumnya -3,1%). Namun, terjadi perlambatan pada pertumbuhan penjualan suku cadang otomotif yang hanya mencapai 5,1%, menurun drastis dari 18,8%.

Belanja masyarakat untuk bahan bakar, peralatan komunikasi, dan produk rekreasi masih menunjukkan tren penurunan. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat cenderung memprioritaskan pembelian barang-barang konsumsi pokok. Secara bulanan, penjualan ritel mengalami penurunan 0,1% pada Agustus 2026, berbanding terbalik dengan kenaikan 0,7% pada bulan sebelumnya.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa defisit APBN hingga Juli 2026 mencapai Rp 235,6 triliun, setara dengan 0,91% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Belanja negara tercatat sebesar Rp 1.969 triliun, menunjukkan peningkatan 18,62% YoY.

Dengan defisit yang tercatat hingga Juli, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang memadai, mengingat target defisit APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp 734,3 triliun atau 2,85% dari PDB.

“Namun, jika harga minyak terus bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu lama dan jika pemerintah tidak mengelola anggaran secara efisien, maka hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran akan potensi pelebaran defisit APBN,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang diprediksi akan memberikan keuntungan, yaitu MAPI, MNCN, MYOR, ASII, dan ADRO.