— Turnamen sepak bola internasional baru untuk kawasan Asia Tenggara, FIFA ASEAN Cup 2026, akan segera digelar mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026. Kompetisi ini akan diselenggarakan di dua negara, yaitu Indonesia dan Hong Kong, dengan partisipasi 14 negara, termasuk tiga tim undangan.

Indonesia akan bersaing di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B dihuni oleh Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi tuan rumah pertandingan di Indonesia. Di Hong Kong, laga akan berlangsung di Stadion Kai Tak dan Stadion Mong Kok.

Format turnamen ini akan mempertemukan juara dari masing-masing grup (A dan B) dalam pertandingan final. Tim yang menempati peringkat kedua di setiap grup akan bertanding untuk memperebutkan posisi ketiga.

Berdasarkan analisis dari ASEAN Football, Indonesia diprediksi menjadi unggulan untuk memenangkan edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Potensi pertandingan final antara Indonesia melawan Thailand memiliki persentase tertinggi, yaitu 29 persen. Selain itu, duel antara Indonesia melawan Vietnam juga diprediksi kuat dengan persentase 20 persen.

Target juara memang diusung oleh Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda telah lama menantikan gelar juara di kompetisi internasional tingkat senior. Terakhir kali mereka meraih gelar juara adalah pada SEA Games 1991, saat turnamen tersebut masih menggunakan pemain senior. Saat ini, SEA Games telah mewajibkan tim peserta menurunkan skuad U-23.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan optimismenya terhadap kekuatan timnya dan para pesaing. “Saya pikir kami mempunyai tim yang kuat dan kalau kami menjaga standar yang sudah kami tentukan sendiri dan bermain dengan semangat yang mencerminkan bangsa kita, dan dengan optimisme dan keyakinan bahwa kami mampu, lantas tak ada lawan yang seharusnya kita takuti,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Herdman menambahkan bahwa turnamen ini akan menghadirkan lawan-lawan tangguh. “Ada lawan kuat di turnamen ini. Vietnam yang sangat terorganisir. Mereka disiplin. Mereka berpengalaman dan Malaysia, Thailand akan membawa pemain naturalisasi mereka yang berkualitas. Tapi buat kita, ini mengenai melawan diri sendiri lebih dulu,” jelasnya.

Namun, jelang kompetisi internasional ini, Timnas Indonesia harus menghadapi kabar kurang menyenangkan terkait cedera pemain. Jay Idzes, kapten dan bek utama Timnas Garuda, dipastikan tidak dapat berpartisipasi karena cedera otot yang dialaminya saat membela Sassuolo melawan Juventus di Serie A. Idzes mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di Instagram pribadinya.

“Halo Indonesia. Sayangnya, saya tidak bisa bergabung dengan tim pada jeda internasional kali ini karena cedera. Berat rasanya harus absen begitu lama, terutama karena saya sangat menantikan kesempatan untuk kembali membela Timnas setelah sebelumnya juga harus melewatkan jeda internasional terakhir akibat cedera,” tulis Idzes.

Selain Jay Idzes, beberapa pemain lain seperti Adrian Wibowo, Mees Hilgers, Miliano Jonathans, Marselino Ferdinan, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama juga dilaporkan masih dalam kondisi cedera. Pertanyaan besar kini mengemuka, mampukah John Herdman mengoptimalkan skuad yang tersedia untuk meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup, dan siapakah pengganti ideal Jay Idzes di lini pertahanan?