Jurnal Indonesia — Jakarta – Indonesia telah terpilih sebagai anggota Komite Antarpemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO (Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage) untuk periode 2026-2030. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan bahwa keanggotaan ini membawa dampak signifikan bagi Indonesia.
Fadli Zon menceritakan pengalamannya saat melakukan kampanye di markas besar UNESCO, di mana ia mengundang perwakilan tetap dari berbagai negara. Ia mengaku terkejut dengan kehadiran semua perwakilan tersebut. Dalam kesempatan itu, para tamu disuguhi kulineran Indonesia seperti sate dan mi, yang ternyata mendapat sambutan baik.
“Ya, kita kasih kulineran Indonesia, lah, ya. Sate, mi, dan lain-lain dan mereka suka, akhirnya ini kita terpilih,” ujar Fadli Zon dalam program Blak-blakan detikcom, dikutip Senin (7/9/2026).
Keikutsertaan Indonesia dalam komite ini dinilai penting karena memberikan kesempatan untuk ikut mengarahkan kebijakan pelestarian budaya global. Komite Warisan Budaya Takbenda merupakan badan eksklusif yang beranggotakan 24 negara dari total 185 negara pihak Konvensi 2003 UNESCO.
Badan ini memiliki tugas strategis, termasuk mengevaluasi dan menetapkan pendaftaran warisan budaya takbenda ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, serta merumuskan panduan kebijakan pelestarian budaya dunia. Pemilihan Indonesia berlangsung ketat di Grup IV wilayah Asia-Pasifik.
Keputusan ini ditetapkan dalam Sidang Majelis Umum ke-11 Negara-Negara Pihak Konvensi 2003 di Markas Besar UNESCO, Paris. Dari enam kandidat di Grup IV, empat negara terpilih, yaitu Indonesia, Jepang, Filipina, dan Kamboja.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa terpilihnya Indonesia merupakan hasil dari diplomasi intensif delegasi RI di Paris dan di pusat. “Kemenangan ini berkat lobi dan diplomasi yang intensif dari Delegasi Republik Indonesia baik di Paris maupun di Pusat dan seluruh Perwakilan terkait serta dukungan penuh dari berbagai negara sahabat. Kepercayaan dunia internasional ini menjadi bukti nyata atas komitmen nasional melestarikan budaya secara berkelanjutan,” tulis Kemlu.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.