Jurnal Indonesia — PT Indosat Tbk (ISAT) tengah mengukuhkan posisinya di ranah bisnis baru, melampaui peran tradisionalnya sebagai operator telekomunikasi. Hal ini menyusul perolehan pendanaan sebesar US$ 3,1 miliar untuk entitas bisnisnya, Zankore by Indosat. Langkah strategis ini membuka potensi kenaikan harga saham ISAT hingga menembus level Rp 3.000.
Dana besar tersebut akan menjadi amunisi bagi Indosat untuk mempercepat implementasi bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI) ke dalam kapasitas operasional yang nyata. Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, menilai bahwa pendanaan jumbo ini menegaskan pergeseran arah bisnis ISAT.
“Pendanaan US$ 3,1 miliar untuk Zankore menegaskan bahwa Indosat kini bermain di liga berbeda dari sekadar operator telekomunikasi,” ujar Jason di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Zankore sendiri merupakan hasil kolaborasi yang diluncurkan pada 6 Agustus 2026, melibatkan Ooredoo Group, Indosat Ooredoo Hutchison, Nvidia, dan Nokia. Perusahaan ini memiliki target ambisius untuk mencapai kapasitas 1 gigawatt (GW) dalam jangka panjang, dengan sekitar 200 MW diharapkan siap beroperasi pada semester I-2027.
Jason menambahkan bahwa kolaborasi strategis dengan Nvidia dan Nokia sejak awal peluncuran Zankore kini mendapatkan dukungan modal yang kuat untuk diwujudkan menjadi kapasitas fisik, bukan sekadar rencana di atas kertas.
Fasilitas pinjaman berjangka senior senilai US$ 3,1 miliar ini secara spesifik dialokasikan untuk mendukung pembangunan komputasi awan AI yang mengandalkan teknologi Nvidia. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan serta penerapan infrastruktur komputasi AI dan unit pemrosesan grafis (GPU) cloud generasi terbaru.
Zankore menargetkan berbagai segmen pasar, termasuk perusahaan berbasis AI, korporasi besar, startup, pengembang, hingga institusi di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Inisiatif bisnis ini juga mencakup pengembangan model bagi hasil dan dukungan kredit bagi para pelanggannya.
“Skema bagi hasil dan dukungan kredit yang ditawarkan Zankore kepada kliennya, mulai dari startup hingga korporasi besar, berpotensi mempercepat adopsi AI di Indonesia karena pelanggan tidak perlu menanggung belanja modal besar di muka,” jelas Jason.
Target Harga Saham ISAT
Dari perspektif analisis teknikal, Pluang Maju Sekuritas telah menetapkan target harga saham ISAT di angka Rp 3.000. Katalis utama yang mendorong target ini adalah realisasi kapasitas operasional sebesar 200 MW pada semester I-2027 serta potensi pembentukan lini pendapatan baru di luar bisnis telekomunikasi seluler.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham ISAT. Perusahaan sekuritas ini juga menaikkan target harga saham ISAT menjadi Rp 3.430, dari sebelumnya Rp 2.500. Pandangan taktis tiga bulanan terhadap ISAT pun ditingkatkan dari ‘netral’ menjadi ‘overweight’.
Peningkatan pandangan ini didasarkan pada potensi kenaikan valuasi ISAT, yang diukur berdasarkan valuasi perusahaan sejenis dalam bisnis komputasi awan (neocloud). BRI Danareksa menilai Zankore berpotensi membuka peluang valuasi yang lebih tinggi bagi Indosat, seiring dengan semakin luasnya eksposur perseroan pada bisnis AI dan infrastruktur komputasi berperforma tinggi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.