— Ambisi perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI) sebenarnya cukup tinggi, namun rencana tersebut menghadapi empat tantangan besar yang berkaitan dengan data.

Hal ini terungkap dalam Laporan Data Streaming 2026 yang dirilis oleh Confluent. Survei ini melibatkan 4.625 pemimpin IT dari 14 negara, termasuk 225 responden dari Indonesia.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa ambisi AI di Indonesia melampaui rata-rata negara-negara lain di Asia Pasifik. Tercatat, 83% responden dari Indonesia menyatakan telah memiliki solusi berbasis AI agentik dalam tahap produksi atau pilot, sementara rata-rata di Asia Pasifik adalah 75%.

Meskipun demikian, adopsi AI oleh perusahaan di Indonesia masih terhambat oleh infrastruktur data yang belum dirancang untuk sistem yang beroperasi secara real-time dan otonom. Rully Moulany, Area Vice President Asia Confluent, menjelaskan bahwa ini adalah masalah umum yang dihadapi banyak negara, tidak hanya Indonesia.

“70-80% responden mengatakan masalahnya tidak jauh dari data. Jadi 8 dari 10 mengatakan mereka tidak memiliki infrastruktur yang dapat memproses data,” ujar Rully dalam sebuah media roundtable di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Selain itu, fragmentasi kepemilikan data dan kesenjangan keterampilan di bidang AI juga menjadi tantangan dalam mempercepat adopsi teknologi ini di Indonesia. Kualitas data yang digunakan juga menjadi perhatian penting agar hasil yang dikeluarkan oleh AI bukan sekadar ‘halusinasi’ atau informasi yang tidak akurat.

“Data lineage itu artinya ketika AI ini mendapatkan data, mesin AI ini harus tahu datanya bisa dipercaya atau tidak. Jangan sampai datanya berasal dari sumber yang ‘tidak benar’ sehingga menjadi tidak akurat,” jelas Rully.

“Jadi, ketika kita melakukan AI secara scalable, secara lebih masif, maka masalah-masalah ini yang sangat harus diatasi,” tambahnya.

Responden dalam laporan Confluent mengidentifikasi data streaming sebagai solusi untuk AI yang otonom, dengan memanfaatkan data yang lebih terpercaya, lebih kontekstual, dan lebih mudah ditemukan.

Sebanyak 99% pemimpin IT di Indonesia menyatakan bahwa data streaming merupakan investasi prioritas, dan 74% mengaku telah menggunakan platform data streaming dalam sistem bisnis yang penting.

“Tentu saja ini menjadi dua arah, ketika mereka berinvestasi di data streaming, otomatis dampak dari AI-nya semakin meningkat,” pungkas Rully.