Jurnal Indonesia — Apple dilaporkan akan kembali menaikkan harga produknya, kali ini menyasar lini iPhone 17. Kenaikan harga ini diperkirakan akan berlaku mulai Senin, 10 Agustus 2026. Kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan pada jajaran MacBook dan iPad pada bulan Juni lalu.
Informasi mengenai rencana kenaikan harga ini berasal dari bocoran oleh Fixed Focus Digital. Namun, sumber tersebut belum dapat memastikan apakah perubahan harga akan benar-benar terjadi. Selain itu, belum ada kejelasan apakah kenaikan harga akan berlaku untuk seluruh model iPhone 17 atau hanya model tertentu saja. Hal ini dilaporkan oleh MacRumors pada Senin (10/8/2026).
Dengan asumsi kurs acuan Rp17.850 per dolar AS pada 10 Agustus 2026, harga seri iPhone 17 dapat diperkirakan. Model iPhone 17e yang dibanderol US$599 setara dengan sekitar Rp10.692.150. Sementara itu, iPhone 17 dengan harga US$799 diperkirakan mencapai Rp14.262.150, dan iPhone Air seharga US$999 menjadi Rp17.832.150.
Untuk varian yang lebih tinggi, iPhone 17 Pro diprediksi akan dijual seharga US$1.099 atau sekitar Rp19.617.150. Model tertinggi, iPhone 17 Pro Max, diperkirakan mencapai US$1.199 atau sekitar Rp21.402.150. Perlu dicatat bahwa angka-angka ini merupakan hasil konversi langsung, dan harga resmi di Indonesia kemungkinan akan berbeda karena adanya penambahan pajak, bea masuk, serta biaya distribusi.
Laporan yang sama juga mengindikasikan adanya pembatalan peningkatan kapasitas produksi untuk beberapa lini produk Apple. Sebelumnya, peningkatan kapasitas produksi direncanakan dari 15% menjadi 30%. Namun, MacRumors mencatat bahwa belum jelas komponen atau produk mana yang akan mengalami perubahan.
Sementara itu, Apple dijadwalkan akan meluncurkan seri iPhone terbarunya pada bulan September mendatang. Bulan depan, diperkirakan akan menjadi debut untuk iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat pertama dari Apple. Untuk iPhone 18 versi standar dan iPhone 18e baru akan menyusul pada musim semi 2027.
Selama setahun ke depan, iPhone 17 akan menjadi pilihan utama Apple sebelum perusahaan memiliki alasan yang cukup untuk menyesuaikan harga secara independen dari jajaran produk terbarunya. Pada bulan Juni lalu, Apple memang telah menaikkan harga jual MacBook dan iPad. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap krisis chip memori global yang telah berlangsung sepanjang tahun ini.
Kenaikan harga tersebut terjadi pada MacBook Neo, yang kini menjadi laptop termurah Apple, dengan harga menjadi US$699, naik dari sebelumnya US$599. Kenaikan harga ini menjadi pertanda bahwa perusahaan elektronik konsumen terbesar di dunia ini juga terdampak oleh kelangkaan chip. Apple menjadi salah satu pabrikan terbaru yang menaikkan harga setelah beberapa produsen lain telah melakukannya lebih dulu.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.