Jurnal Indonesia — Liverpool harus bersusah payah untuk bisa mengalahkan Atletico Madrid dalam laga debut manajer Andoni Iraola di Liga Champions. Iraola mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan dalam menentukan taktik di babak pertama pertandingan yang digelar di Anfield, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB.
Pada duel matchday pertama tersebut, gawang Alisson Becker kebobolan lebih dulu pada menit ke-17 melalui gol Marcos Llorente yang memanfaatkan situasi satu lawan satu. Atletico Madrid tampil berani di babak pertama dengan melancarkan enam upaya tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Liverpool sendiri memiliki statistik serupa, bahkan nyaris kebobolan lagi jika Alisson tidak menepis sepakan Julian Alvarez di menit ke-27.
Dominik Szoboszlai berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-40. Gol Alexis Mac Allister di menit ke-50 kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk kemenangan Liverpool, yang bertahan hingga akhir laga.
Performa Liverpool di babak kedua menunjukkan peningkatan yang signifikan, membuat Iraola puas dengan perubahan taktik yang berhasil diterapkan. Namun, ia tidak menutupi fakta bahwa babak pertama berjalan tidak sesuai harapan karena kesalahannya sendiri.
Di babak kedua, Liverpool mencatatkan delapan upaya tembakan dengan dua yang tepat sasaran, sementara Atletico hanya diberikan tiga kali percobaan meskipun menguasai 60 persen penguasaan bola. “Saya rasa saya yang harusnya disalahkan sejak awal, karena mereka sedikit mengejutkan kami. Secara taktik, mereka memasang lima bek, 5-3-2,” ujar Iraola seperti dikutip situs resmi UEFA.
Iraola menambahkan, “Kami mengira bakal berbeda; kami coba perbaiki langsung, tapi sulit melakukannya. Kami bermain lebih baik setelah jeda; kami menekan lebih baik, dan saya rasa kami tim terbaik di babak kedua.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.