Jurnal Indonesia — PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bersiap meningkatkan pendapatan dari bisnis jalan tol melalui pengoperasian ruas baru sepanjang 5 kilometer yang mulai diberlakukan tarifnya pada akhir tahun 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengonfirmasi bahwa ruas tol yang akan dikenakan tarif pada akhir 2026 adalah bagian dari tol Jogja-Bawen. “Kami ada 5 km jalan tol yang akan dioperasionalkan,” ujar Rivan dalam sebuah paparan publik pada Rabu (9/9/2026).
Selain itu, Jasa Marga juga menjadwalkan pengoperasian 62 kilometer jalan tol lainnya pada awal 2027. Ruas-ruas tersebut meliputi tol Probolinggo-Banyuwangi, Jogja-Solo, dan sebagian dari Jogja-Bawen. Tol Jogja-Bawen sendiri memiliki total panjang 75,12 km yang terbagi menjadi enam seksi. Seksi terpanjang adalah Seksi 5 yang membentang antara Temanggung dan Ambarawa dengan panjang 21,39 km, sementara Seksi 6 yang menghubungkan Ambarawa-Bawen menjadi yang terpendek dengan 4,98 km.
Rivan menjelaskan bahwa penambahan jaringan jalan tol ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka potensi efek berganda (multiplier effect) yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, serupa dengan yang telah terlihat pada koridor ruas Transjawa.
“Keberadaan jalan tol turut mendorong aktivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah melalui kontribusi peningkatan PDB, peningkatan pendapatan masyarakat, efisiensi mobilitas serta manfaat fiskal. Sekaligus, memberikan dampak sosial berupa terbukanya penurunan pengangguran dan kemiskinan selama periode konstruksi,” papar Rivan dalam paparan publik tersebut.
Dengan portofolio yang terintegrasi mulai dari konsesi, operasi, preservasi, hingga bisnis, Jasa Marga memantapkan posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem jalan tol di Indonesia. Portofolio Jasa Marga tersebar di seluruh Indonesia, dengan sekitar 85% berada di Pulau Jawa dan sisanya di luar Jawa, mencakup lokasi-lokasi strategis seperti Medan, Bali, Balikpapan, dan Manado.
“Sebaran tersebut mencerminkan fokus Jasa Marga terhadap wilayah yang aktivitas ekonominya tinggi sejalan dengan Pulau Jawa sebagai kontributor besar terhadap PDB Indonesia, sekaligus tetap memperkuat konektivitas di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa,” imbuhnya.
Hingga 30 Juni 2026, Jasa Marga mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 km. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.294 km telah beroperasi, merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Memasuki semester II-2026, JSMR berkomitmen menjaga keseimbangan antara akselerasi konektivitas infrastruktur dan ketahanan neraca keuangan melalui disiplin alokasi modal (Capex discipline), stabilitas arus kas, serta pemanfaatan teknologi di setiap lini.
Pada semester I-2026, JSMR membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, meningkat 7,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan tol mencapai Rp9,5 triliun (naik 6,8% yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar (melonjak 17,6% yoy). Kenaikan pendapatan ini turut mendongkrak EBITDA sebesar 8,1% (yoy) menjadi Rp6,99 triliun dengan margin 67,8%. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2,0% (yoy), dengan rasio utang yang terkendali pada level 1,2 kali.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.